Home / Internasional / Peristiwa

Senin, 25 Agustus 2025 - 15:02 WIB

Pemda tidak ada Upaya Pencegahan, Warga Aceh Kembali Jadi Korban TPPO

mm Redaksi

korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Aceh (Pertama Kanan)

korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Aceh (Pertama Kanan)

Banda Aceh – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma memulangkan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Aceh Wibi Rezki Walat (24) yang sempat terkatung-katung di bandara Soekarno Hatta usai dideportasi dari Kamboja.

“Alhamdulillah, kini Wibi sudah pulang Aceh. Penjemputan juga difasilitasi oleh staf kita di wilayah Sumatera Utara hingga tiba di rumahnya di Kota Langsa, Aceh,” kata Sudirman Haji Uma, di Banda Aceh, Senin.

Dirinya mengatakan, setelah dideportasi dari Kamboja, Wibi terkatung-katung selama tiga hari di bandara Soekarno-Hatta tanpa uang, pakaian ganti, dan bahkan makanan.

Baca Juga :  Kementrian P2MI : Kolaborasi Kunci cegah PMI jadi korban TPPO

Dari pengakuan Wibi, kata Haji Uma, ia dideportasi bersama empat korban TPPO lain dari berbagai provinsi di Indonesia. Tetapi, berbeda dengan korban lainnya yang dijemput keluarga masing-masing, sedangkan pemuda asal Aceh itu terpaksa bertahan seorang diri di bandara.

Haji Uma menuturkan, korban awalnya dijanjikan bekerja sebagai marketing di Thailand. Tetapi, agen asal Langsa justru menjualnya ke sebuah perusahaan di Kamboja yang memaksanya bekerja dalam praktik penipuan (scamming).

Baca Juga :  Langgar aturan keimigrasian, Imigrasi Aceh Deportasi WNA asal Malaysia

“Korban diberangkatkan melalui Dumai, lalu ke Malaysia, Vietnam, hingga akhirnya tiba di Kamboja menggunakan jalur laut. Setelah mengalami berbagai penyiksaan. Imigrasi Kamboja akhirnya memutuskan untuk mendeportasi Wibi bersama korban lainnya,” ujarnya.

Setelah mendengar cerita korban, lanjut Haji Uma, dirinya langsung membeli tiket penerbangan, menyewa hotel untuk tempat beristirahat, serta memberikan uang saku kepada Wibi.

“Seluruh biaya perjalanan pulang mulai dari bandara Soekarno Hatta menuju Kualanamu, Sumatera Utara, hingga ke Langsa telah kita bantu,” kata Haji Uma.

Baca Juga :  Anggota DPRK Apresiasi Wali Kota Illiza Gerebek Hotel Pelanggar Syariat

Disisi lain, berdasarkan pengalaman yang telah dialami, Wib berpesan kepada masyarakat Aceh agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri dari agen-agen ilegal.

“Jangan pernah mau diajak bekerja oleh agen yang ilegal dengan iming-iming gaji besar ke negara Asia, karena bisa kita pastikan itu TPPO. Di sana kita kerap disiksa oleh perusahaan yang membeli kita dari agen tersebut,” demikian Wibi Rezki Walat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

China Lakukan Latihan Militer Usai Pelantikan Presiden Taiwan

Internasional

Kemlu RI melalui KBRI Kuala Lumpur siap memberikan pendampingan hukum terhadap Korban TPPO Asal Aceh

Internasional

Puluhan Warga Sipil Palestina Syahid Dibombardir Israel tanpa Ampun

Hukrim

Buronan Paling Dicari Pemerintah China ditangkap Imigrasi RI

Daerah

Setelah Dikepung HGU, kini Aceh Singkil Dijepit IUP Eksplorasi Batu Bara

Internasional

Kehadiran Imigran Etnis Rohingya Ditengah Pilkada Aceh

Aceh Barat Daya

BBM Diduga Dikuasai Pelangsir, Sopir Angkutan Umum Menjerit

Daerah

Marak kapal Pukat Trawl, LMND Pertanyakan Pengawasan Laut Aceh Singkil