Aceh Barat Daya – Tahun pertama pemerintahan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin, S.Pd., M.Si., dan Wakil Bupati Zaman Akli, S.Sos mulai menunjukkan hasil nyata di sektor pertanian.
Salah satu capaian penting adalah keberhasilan pemerintah daerah membawa pulang 25 ton benih padi unggul yang bersumber dari bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 10 ton bibit padi telah tiba di Kabupaten Abdya dan sebagian telah disalurkan kepada petani melalui kelompok tani di sejumlah kecamatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Hendri Yadi, S.T.P., kepada wartawan, Selasa (2/9/2025), menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif Bupati Safaruddin dengan pihak Kementan beberapa waktu lalu.
“10 ton benih padi yang bersumber dari APBN sudah tiba di Abdya. Benih ini merupakan hasil lobi langsung Pak Bupati ke Kementerian Pertanian bulan lalu,” ujar Hendri.
Ia menambahkan, jenis benih yang dikirimkan adalah Inpari 32 dan Ciherang, dua varietas unggulan yang sudah teruji adaptif dengan kondisi lahan sawah di wilayah Aceh bagian barat-selatan.
Sebagian benih telah disalurkan kepada petani yang sedang mengolah lahan, sementara sisanya akan disalurkan pada pertengahan September 2025.
“Benih sudah kita distribusikan kepada petani yang sedang menggarap sawahnya. Sisanya akan disalurkan secara bertahap sesuai jadwal dan kesiapan kelompok tani,” terangnya.
Hendri menegaskan, proses penyaluran benih dilakukan melalui kelompok tani resmi sesuai dengan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diverifikasi dan dikirimkan sebelumnya ke Kementerian Pertanian.
Menurut data Distanpan Abdya, kebutuhan benih padi di kabupaten tersebut mencapai 178 ton lebih setiap musim tanam (MT). Kabupaten Abdya memiliki dua musim tanam utama, yaitu MT Gadu dan MT Rendengan, dengan luas lahan masing-masing sekitar 7.150 hektare per musim.
“Jadi, dalam setahun, total lahan yang ditanami padi mencapai 14.500 hektare,” jelas Hendri.
Dengan kebutuhan benih yang besar itu, Hendri mengakui bahwa bantuan 25 ton dari Kementan RI memang belum mencukupi seluruh kebutuhan petani Abdya.
Namun demikian, menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Abdya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selain bantuan dari Kementerian Pertanian, Pemkab Abdya juga menerima tambahan 3,7 ton bibit padi dari Pokir (Pokok Pikiran) anggota DPR RI, yang direncanakan akan disalurkan pada MT Rendengan 2025.
“Bantuan dari Pokir DPR RI ini akan kita salurkan untuk MT Rendengan yang dimulai pada September ini. Semoga semakin banyak dukungan yang bisa kita dapat untuk memperkuat ketahanan pangan darah,” tambahnya.
Menjelang dimulainya MT Rendengan, Hendri mengimbau para petani di Abdya untuk segera mengolah lahan setelah masa panen saat ini selesai. Langkah cepat ini penting agar target Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2025 dapat tercapai sesuai rencana.
“Kami harapkan petani yang sudah panen segera membajak sawahnya agar bisa langsung tanam di musim berikutnya. Kalau MT Rendengan bisa dimulai pada September ini, maka panen diprediksi akan berlangsung pada bulan Desember,” ujar Hendri optimistis.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani yang tetap bersemangat di tengah berbagai tantangan, termasuk fluktuasi harga gabah dan ketersediaan pupuk bersubsidi.
“Dengan semangat dan kerja sama semua pihak, kami yakin target tanam dan panen dapat tercapai. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan sarana produksi pertanian tetap tersedia tepat waktu,” tegasnya.
Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, sebelumnya telah menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan program prioritas dalam visi pembangunan Abdya lima tahun ke depan.
Menurutnya, peningkatan produktivitas padi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Abdya. Karena itu, setiap langkah yang kita ambil harus berpihak pada petani. Kami akan terus berjuang agar bantuan dari pusat semakin besar dan petani kita semakin sejahtera,” kata Safaruddin dalam salah satu kesempatan sebelumnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemerintah pusat untuk mewujudkan Abdya sebagai salah satu lumbung pangan utama di wilayah barat selatan Aceh.
Dengan capaian bantuan 25 ton benih padi pada tahun pertama kepemimpinan Dr. Safaruddin–Zaman Akli, pemerintah Abdya optimistis bahwa sektor pertanian akan terus berkembang.
Harapan besar kini tertuju pada keberhasilan MT Rendengan 2025 yang diharapkan menjadi momentum awal peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan daerah.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









