Banda Aceh – Pemuda Aceh, Muhammad Akhyar bin Usman, mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mengkaji dan memprakarsai wacana pengusulan Tengku Muhammad Hasan di Tiro sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.
Menurut Akhyar, perjuangan Hasan di Tiro memiliki nilai historis, moral, dan intelektual yang penting untuk diangkat secara objektif dan ilmiah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (11/11/2025), Akhyar menilai Hasan di Tiro bukan hanya dikenal sebagai pemimpin perlawanan Aceh, tetapi juga seorang pemikir besar dan intelektual yang mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat.
“Tengku Hasan di Tiro bukan hanya simbol perlawanan Aceh, tetapi juga sosok intelektual yang memperjuangkan keadilan dan martabat rakyatnya. Semangat beliau menolak ketidakadilan dan memperjuangkan kemandirian Aceh berakar pada nilai-nilai anti-penjajahan dan keadilan sosial,” ujar Akhyar.
Ia menegaskan, gagasan pengusulan Hasan di Tiro sebagai Pahlawan Nasional bukan untuk membuka luka sejarah atau menghidupkan kembali konflik masa lalu, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan pengorbanan beliau bagi Aceh dan bangsa Indonesia.
“Sudah saatnya sejarah Aceh ditempatkan secara proporsional, bukan hanya dari sisi politik, tetapi juga dari sisi nilai perjuangan, kontribusi intelektual, dan semangat kemanusiaan yang diwariskan,” tambahnya.
Akhyar juga menilai bahwa semangat perjuangan Hasan di Tiro kini telah bertransformasi menjadi fondasi perdamaian Aceh, yang diwujudkan melalui Perjanjian Helsinki 2005 serta pelaksanaan otonomi khusus di Aceh.
Menurutnya, gagasan besar Hasan di Tiro tentang harga diri dan martabat Aceh kini hidup dalam bentuk kebijakan nyata yang membawa manfaat bagi generasi masa kini.
“Perjuangan Hasan di Tiro pada dasarnya adalah perjuangan melawan ketidakadilan dan penindasan, sebagaimana semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Karena itu, pengakuan terhadap jasa beliau justru memperkuat nilai keadilan dan persatuan dalam bingkai NKRI,” tutup Akhyar.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Redaksi









