Home / Daerah

Rabu, 12 November 2025 - 17:59 WIB

Pelabuhan Ulee Lheue Jadi Pelabuhan Pertama di Indonesia Terapkan Sistem Informasi Jembatan Timbang (SiJambang)

mm Redaksi

Kepala UPTD Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Aceh, Husaini, menyampaikan sosialisasi penerapan Sistem Informasi Jembatan Timbang (SiJambang) di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (12/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kepala UPTD Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Aceh, Husaini, menyampaikan sosialisasi penerapan Sistem Informasi Jembatan Timbang (SiJambang) di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (12/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Aceh berkomitmen menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih modern dan aman melalui penerapan Sistem Informasi Jembatan Timbang (SiJambang).

Inovasi ini akan menjadikan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh sebagai pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan sistem penimbangan elektronik bagi kendaraan angkutan barang secara digital.

Kepala UPTD Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Aceh, Husaini, menjelaskan bahwa sistem SiJambang hadir sebagai langkah nyata menuju digitalisasi layanan pelabuhan serta sebagai upaya menjaga keselamatan dan efisiensi operasional penyeberangan.

Baca Juga :  Festival Pesona Pesisir Timur Buka Ruang Kolaborasi Seniman dan UMKM

“Dengan SiJambang, tidak ada lagi truk yang kelebihan muatan di atas 30 ton. Hasil audit menunjukkan dermaga movable bridge kita yang berusia 20 tahun memiliki batas maksimal 30 ton,” ujar Husaini dalam kegiatan sosialisasi penerapan SiJambang di Pelabuhan Ulee Lheue, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga :  Lantik Bintara Polri, Wakapolda Aceh: Bantu Tingkatkan Kepercayaan Publik

Melalui sistem ini, perusahaan jasa angkutan dapat melakukan pendaftaran dan input data muatan satu hari sebelum keberangkatan. Data tersebut akan diverifikasi secara digital pada saat kendaraan menimbang di pelabuhan.

“Jika hasil timbangan melebihi kapasitas atau tidak sesuai dengan data yang diinput, sistem otomatis menolak dan kendaraan tidak diizinkan menyeberang,” jelasnya.

Husaini menambahkan, sistem ini telah melalui tahap uji tiru dan belum diterapkan di pelabuhan penyeberangan mana pun di Indonesia. Ia berharap, tahun 2026 sistem SiJambang dapat diimplementasikan secara penuh, sehingga efektivitas dan keselamatan penyeberangan semakin terjamin.

Baca Juga :  Game mobile legend dibobol, Pemuda Aceh Nekad lompat ke laut

“InsyaAllah tahun 2026 kita sudah usulkan anggaran pengadaan perangkat lunak SiJambang. Ini menjadi tonggak penting, karena Pelabuhan Ulee Lheue akan menjadi yang pertama di Indonesia menerapkan sistem ini,” pungkas Husaini.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

PT SBA Dukung Penuh Kerja Insan Pers dan Perusahaan di Aceh

Daerah

Diskominsa Aceh dan AIP Skala Gelar Workshop Percepatan Pemenuhan data SPM

Daerah

Wagub Aceh Minta Bantuan Banjir Tak Ditahan, Helikopter Disiagakan untuk Wilayah Terisolir

Daerah

Pj Gubernur Safrizal dan Kepala BNPB Ziarah ke Kuburan Massal Tsunami dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana

Daerah

Polres Pidie Tutup Tambang Emas ilegal di Geumpang

Daerah

Sanitasi Sekolah Berbasis Iklim Diresmikan di Pidie

Daerah

Presiden Prabowo Akan Beri Bantuan Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh

Daerah

TMMD ke-119 Pidie: Kerahkan Dum Truk Angkut Material Pengerasan Jalan Pertanian Tangse