Home / Pemko Banda Aceh / Pendidikan

Senin, 24 November 2025 - 08:32 WIB

Wali Kota Banda Aceh Tutup FTBI 2025: Dorong Anak Muda Bangga Berbahasa Aceh dan Gayo

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 pada malam penutupan di Hotel Ayani, Banda Aceh, Minggu (23/11/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 pada malam penutupan di Hotel Ayani, Banda Aceh, Minggu (23/11/2025). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, resmi menutup Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Aceh 2025 bertema “Revitalisasi Bahasa Aceh dan Gayo” yang digelar oleh Balai Bahasa Aceh di Hotel Ayani, Minggu malam (23/11/2025).

Festival yang telah berlangsung sejak 21 November tersebut diikuti ratusan pelajar SD dan SMP dari delapan kabupaten/kota di Aceh: Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Mereka unjuk kemampuan dalam berbagai kompetisi seperti menulis dan membaca puisi, menulis cerpen, mendongeng, stand up comedy, pidato, hingga tembang tradisi.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Paparkan Strategi Kepemimpinan Perempuan di Lokakarya Nasional

Pada penutupan acara, Illiza bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Umar Solikhan, menyerahkan penghargaan berupa piagam dan dana pembinaan kepada para pemenang lomba.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat.

“Bahasa ibu adalah akar yang menjaga kita tetap tegak. Ketika bahasa daerah hidup, budaya hidup. Ketika budaya hidup, jati diri bangsa tetap kuat,” ujarnya.

Ia menilai FTBI bukan sekadar perlombaan, tetapi gerakan besar untuk menguatkan literasi bahasa daerah di kalangan generasi muda Aceh. “Saya bangga karena kalian adalah anak-anak hebat pilihan yang masih mencintai bahasa daerah,” kata Illiza.

Baca Juga :  Gaji Guru Naik Mulai 2025, Ini Rinciannya

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Aceh atas upayanya menjaga keberlanjutan bahasa daerah. Menurutnya, pelestarian bahasa tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, melainkan turut menjadi fondasi masa depan generasi Aceh.

Ia menjelaskan bahwa arah pembangunan Banda Aceh 2025–2029 sebagai Kota Kolaborasi memberi ruang besar bagi pendidikan, literasi budaya, dan penguatan karakter generasi muda. Karena itu, pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti FTBI yang membuka ruang kreativitas serta menumbuhkan cinta terhadap bahasa dan budaya lokal.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Siapkan Formula Terbaik Tangani Keluhan Warga Lewat Replikasi Aplikasi JAKI

“Anak-anak yang mengenal akar budayanya akan tumbuh lebih kuat, percaya diri, dan mampu menghadapi dunia global tanpa kehilangan jati diri,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Illiza mengajak seluruh masyarakat untuk kembali membiasakan penggunaan bahasa daerah di rumah.

“Kalau bukan kita yang melestarikan bahasa ibu, siapa lagi? Mari kita berjuang bersama,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dari delapan kabupaten/kota di Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Kadisdik Aceh: Melalui Sekolah Unggul Garuda Transformasi, Pendidikan Aceh Siap Terbang Tinggi

Pendidikan

Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Amanah: Murthalamuddin Tegaskan Reformasi Pendidikan Aceh Dimulai dari Integritas

Pendidikan

HIPMI Aceh Kecam Fitnah Terhadap Mardani H Maming Terkait Kasus Dugaan Korupsi IUP Tanah Bumbu

Pendidikan

Gelar Kuliah Umum, Prof. KBA Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan di Era Digital

Daerah

Walikota Minta Perumdam Tirta Daroy Prioritaskan Pasokan Air Bersih untuk Masjid di Banda Aceh

Internasional

Pemko Banda Aceh Gandeng Exzellenz Institut untuk Buka Peluang Pendidikan ke Jerman lewat Program Banda Aceh Akademi

Daerah

Pangdam IM : Guru Merupakan ujung tombak dalam membentuk karakter Bangsa

Daerah

Mendikdasmen Pimpin Upacara Hari Pertama Sekolah Pasca Banjir di Aceh Tamiang