Home / Daerah / Internasional / Peristiwa

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:18 WIB

Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih Disorot Media Asing

Farid Ismullah

Bendera Putih (Foto : Ist).

Bendera Putih (Foto : Ist).

Banda Aceh – Media asing menyoroti lagi bencana banjir di Sumatra. Salah satunya warga Aceh yang dilaporkan mengibarkan bendera putih.

Ini dimuat laman Singapura, Channel News Asia (CNA). Dikatakan bahwa warga Aceh telah mengibarkan bendera putih untuk menandakan mereka tidak lagi mampu mengatasi kondisi di sana.

“Lebih dari 1.000 orang di pulau Sumatra telah meninggal dalam bencana yang terjadi sekitar 25 November,” tulis laman itu dalam artikel berjudul “sumatra floods: Aceh residents raise white flags in desperation as hunger, shortages bite”.

“Namun, bantuan pemerintah kesulitan mencapai beberapa daerah terpencil dan selain kekurangan pangan dan listrik yang belum pulih, masalah kesehatan seperti demam, tifus, dan penyakit kulit juga menimpa para penyintas,” tambahnya.

Baca Juga :  LMND Apresiasi Dinsos Aceh Siagakan Tagana di Seluruh Daerah

“Warga telah mengibarkan bendera putih di depan rumah-rumah di desa-desa, di sepanjang jalan raya nasional, dan di pos-pos darurat serta lokasi evakuasi. Kantor-kantor pemerintah daerah juga mengibarkan bendera putih untuk memprotes apa yang digambarkan warga sebagai lambatnya respons pemerintah pusat terhadap bencana tersebut, menurut laporan media lokal,” muat laman tersebut lagi.

“Banjir telah menghancurkan ribuan rumah dan melumpuhkan ekonomi lokal, dengan pejabat pemerintah senior mengatakan bahwa rekonstruksi di seluruh wilayah yang terdampak di Sumatera diperkirakan akan menelan biaya setidaknya US$3,11 miliar.”

Salah satu wilayah yang disebut memuat bendera putih adalah Kabupaten Aceh Tamiang, di Aceh Timur. Dikatakan bahwa bendera juga terlihat di sepanjang jalan raya nasional yang menghubungkan ibu kota Banda Aceh dengan Medan di Sumatera.

Baca Juga :  "Bersama Kita Tangguh, Bersatu Kita Maju" Jadi Semboyan Jalan Santai di Lubok Batee

Sementara itu, laman Prancis AFP, memuat tulisan tentang bagaimana warga Aceh korban banjir kini bertahan. Dalam artikel berjudul “Indonesians reeling from flood devastation plea for global help”, digambarkan bagaimana beberapa penyintas tak punya tempat tujuan setelah kehilangan rumah dan bisnisnya.

“Nurlela Agusfitri tidak punya tempat tujuan setelah kehilangan rumah dan bisnisnya akibat banjir dahsyat yang menghancurkan pulau Sumatra, Indonesia, dan menewaskan lebih dari 1.000 orang,” muatnya.

“Hampir tiga minggu sejak banjir besar melanda pulau itu, Nurlela yang berusia 40 tahun berjalan tanpa alas kaki melewati pohon-pohon yang tumbang dan puing-puing, sementara para korban dan kelompok masyarakat sipil menyerukan bantuan internasional,” katanya.

Baca Juga :  TNI AL Embarkasi Logistik Hingga Gas Elpiji Kebutuhan Masyarakat Terdampak Bencana Alam Sumatra

“Nurlela mengatakan dia telah mengungsi bersama dua anaknya saat air menggenang di sekitar rumahnya di desa Pengidam, tempat dia biasa menjalankan kios yang menjual barang-barang seperti minyak goreng dan gula… Ketika dia kembali, tidak ada yang tersisa.”

Digambarkan juga bagaimana pemerintah sudah berupaya. Namun frustrasi meningkat.

“Sebelum air datang, puluhan keluarga di desa Nurlela bergantung pada perkebunan kelapa sawit dan peternakan untuk mata pencaharian mereka,” muat laman itu lagi.

“Namun kini pemandangan telah berubah total: kayu gelondongan dan lumpur telah mengubur desa, dan rumah-rumah serta perkebunan kelapa sawit telah lenyap,” tulisnya lagi.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

pj-bupati-nagan-raya

Daerah

Pemkab Nagan Raya Bayar Gaji 13

Daerah

Imigrasi Sabang Hadirkan Layanan Paspor di Pelabuhan Balohan, Berikut Jadwalnya  

Peristiwa

Kepala BNPB : Keberadaan saya hari ini atas perintah Presiden Jokowi

Daerah

Taruna Akpol Peserta Latsitardanus XLVI Bantu Operasional Dapur Lapangan di POSCO Pengungsian Aceh Tamiang

Daerah

Pemerhati Hukum Pertanyakan Janji Gubernur Aceh Terkait Ukur Ulang HGU

Daerah

Kolaborasi TNI-Komdigi Pulihkan Infrastruktur Komunikasi di Provinsi Aceh

Daerah

Isa Alima Bertemu Sang Pencetus AKA

Daerah

Ketua PWI Aceh Minta Presiden Prabowo Tetapkan Banjir Aceh sebagai Bencana Nasional