Home / Nasional

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:30 WIB

BPJN Aceh Gerak Cepat, Akses Jalan Terputus Akibat Bencana Berangsur Normal

mm Redaksi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan penanganan tanggap darurat secara intensif untuk memulihkan konektivitas lintas barat Aceh yang sempat terputus akibat banjir dan longsor. Foto: Dok. BPJN Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan penanganan tanggap darurat secara intensif untuk memulihkan konektivitas lintas barat Aceh yang sempat terputus akibat banjir dan longsor. Foto: Dok. BPJN Aceh

BANDA ACEH – Upaya pemulihan infrastruktur jalan nasional di wilayah Aceh pascabencana terus dikebut. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan penanganan tanggap darurat secara intensif untuk memulihkan konektivitas lintas barat Aceh yang sempat terputus akibat banjir dan longsor.

Pelaksanaan pekerjaan tanggap darurat dimulai sejak 28 November 2025, dengan fokus utama pada titik titik penting, termasuk Jembatan Krueng Beutong yang mengalami putus pada bagian oprit dan jalan pendekat sepanjang 350 meter

Berkat mobilisasi alat berat dan kerja cepat di lapangan, jembatan tersebut kini kembali fungsional dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain penanganan darurat menggunakan jembatan kayu sementara, BPJN Aceh juga tengah membangun jembatan rangka baja panel darurat (Bailey) dengan bentang 30 meter.

Baca Juga :  Berikut Jadwal Libur dan Cuti Bersama Juni 2025

Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan Bailey yang dikerjakan tersebut telah mencapai 60 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Desember 2025 mendatang.

Tak hanya jembatan, BPJN Aceh juga melakukan pembersihan sedimen lumpur dan relokasi jalan pada sejumlah titik yang terdampak parah. Di Sta 18+900 dan STA 2 +300 ruas genting gerbang-celala-bts aceh tengah badan jalan yang sebelumnya terputus kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Berdasarkan data BPJN Aceh, terputusnya konektivitas lintas barat meliputi ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram, dengan total 8 titik terputus, terdiri dari 7 titik jalan dan 1 jembatan, yakni Jembatan Krueng Beutong. Seluruh titik tersebut kini telah ditangani secara bertahap.

Baca Juga :  Ringankan Beban Korban Banjir, BPJN Wilayah II Aceh Distribusikan Sembako untuk Warga Nagan Raya

Sementara pada ruas Genting Gerbang – Celala – Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, tercatat 27 titik jalan longsor dan 2 titik badan jalan putus akibat banjir dan longsor. Seluruh ruas tersebut saat ini telah fungsional dan bisa dilalui kendaraan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan penanganan tanggap darurat secara intensif untuk memulihkan konektivitas lintas barat Aceh yang sempat terputus akibat banjir dan longsor. Foto: Dok. BPJN Aceh

Ruas strategis lain yang telah kembali berfungsi penuh meliputi genting gerbang – Celala – Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram – Simpang Peuet, yang kini kembali menjadi jalur penghubung antar wilayah tengah ke wilayah barat.

Dalam proses penanganan bencana ini, Satker PJN Wilayah II Aceh juga menerima dukungan berupa jembatan Bailey dari BPJN Riau pada 20 Desember 2025, untuk mempercepat pemulihan akses di ruas Beutong Ateuh – Genting Gerbang

Baca Juga :  Menko Polkam Apresiasi Langkah Tegas TNI AL Gagalkan Penyeludupan Narkoba di Batam

Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, S.T., M.T., bersama Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional Wilayah II (Barat), Akbar Hikmi, S.T., M.T., memastikan bahwa seluruh penanganan dilakukan sesuai prosedur tanggap darurat dan terus dimonitor hingga akses benar-benar aman dan layak dilalui masyarakat.

Perlu ditegaskan, BPJN Aceh merupakan unit kerja di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan tidak berada di bawah naungan Dinas PUPR Provinsi Aceh, sehingga seluruh penanganan jalan nasional dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

“Pemulihan infrastruktur ini diharapkan dapat segera mengembalikan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah barat Aceh yang sempat lumpuh akibat bencana alam,” ujarnya, melalui keterangan tertulis kepada media, Senin 22 Desember 2025. (Adv)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tekankan Berantas TPPO pada Acara SOMTC, Kapolri: Kita Sayang dan Ingin Lindungi WNI 

Nasional

Penandatanganan PKS Jam-Intel Kejagung dengan Ditjen AHU

Nasional

Kemlu RI Selenggarakan Road to Platinum Jubilee Jelang Peringatan 70 Tahun KAA

Nasional

Persaja Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Hukrim

KPK : Pentingnya Sinergi APH dan APIP dalam Penanganan Pengaduan Korupsi

Nasional

Menteri ATR/BPN Minta Kepala Daerah Laporkan Pengusaha Sawit Nakal, Ancam Cabut HGU

Nasional

PWI Pusat Telah Membentuk Tim Persiapan “Kongres Dipercepat”

Aceh Besar

Dekranasda Aceh Besar Raih Stand Terbaik Kriyanusa 2024