Home / Daerah / Peristiwa

Senin, 5 Januari 2026 - 10:00 WIB

Pascabencana Hidrometeorologi di SMA Negeri 2 Meuredu Pidie Jaya

Farid Ismullah

Hari Pertama Masuk Sekolah di SMA Negeri 2 Meuredu Pascabencana hidrometeorologi, Pidie Jaya Senin (5/1/2026). (Foto : NOA.co.id/Farid Ismullah).

Hari Pertama Masuk Sekolah di SMA Negeri 2 Meuredu Pascabencana hidrometeorologi, Pidie Jaya Senin (5/1/2026). (Foto : NOA.co.id/Farid Ismullah).

Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah terdampak banjir bandang kembali aktif mulai Senin (5/1).

Guru SMA Negeri 2 Meuredu mendampingi siswa saat hendak masuk sekolah, Pidie Jaya, Senin (5/1/2026). (Foto : NOA.co.id/Farid Ismullah).

Kepala sekolah SMA Negeri 2 Meuredu M.Diah M.Pd mengatakan pihaknya tetap memberikan informasi terkait KBM kepada Siswa, Namun tidak memaksa untuk hadir mengingat perlengkapan siswa seperti baju dan sepatu tidak ada akibat rumah mereka terdampak bencana banjir.

kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 2 Meuredu, Pidie Jaya, Senin (5/1/2026). (Foto : NOA.co.id/Farid Ismullah).

“Rumah para siswa hilang dibawa air serta tertimbun tanah akibat bencana banjir dan tidak ada yang bisa mereka pakai lagi untuk ke sekolah”, Kata M.Diah, Senin, 5 Januari 2026

Baca Juga :  Sat Resnarkoba Polres Pidie Jaya Ungkap Jaringan Peredaran Sabu di Bandar Baru

Pihaknya juga memohon kepada pemerintah pusat agar membangun kembali sekolah SMA Negeri 2 Meuredu Pidie Jaya karna setiap tahun sekolah tersebut mengalami banjir.

Sebelumnya, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menegaskan, keberlanjutan pendidikan menjadi prioritas pascabencana agar anak-anak tidak kehilangan hak belajar. “Anak-anak membutuhkan kepastian dan rutinitas. Sekolah harus kembali berjalan,” kata Sibral, Sabtu, 4 Januari 2026.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Spritual dan Sosial, BSI Aceh Gelar Subuh Keliling

Koordinator Data Tanggap Bencana Pidie Jaya Teuku Muhalil menyampaikan, dari 146 sekolah terdampak, sebanyak 140 sekolah telah dibersihkan dan siap digunakan. Progres pembersihan mencapai sekitar 96 persen.

Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah daerah menyiapkan lokasi belajar sementara, termasuk relokasi ke gedung alternatif, masjid, dan tenda darurat.

Baca Juga :  Pidie Jaya Segera Memiliki Qanun KTR

Muhalil menambahkan, penanganan lanjutan masih dilakukan untuk membuka akses menuju sejumlah sekolah yang tertutup lumpur. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah dapat kembali beroperasi dengan sejumlah penyesuaian.

Selain pemulihan fisik, pemerintah daerah juga menyoroti kebutuhan mendesak siswa terdampak banjir yang kehilangan perlengkapan sekolah, serta mendorong dukungan lintas sektor untuk pemulihan pendidikan pascabencana.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

YARA Minta Pj Bupati Pidie Percepat Proses Pabrik Semen Laweung

Daerah

Desak Revisi Pergub, Tenaga kesehatan RSUDZA berkumpul di Kantor Gubernur Aceh

Daerah

DPD PAN Aceh Keluarkan Rekomendasi Kepada Sejumlah Cakada Cawakada Pilkada 2024

Aceh Barat

Aceh Barat Digagas Jadi Daerah Penanggulangan Kemiskinan

Daerah

HUT PGRI ke 79 di Pidie, Lima Guru Dapat Emas

Daerah

Pemerintah Aceh Salurkan 96 Ton Beras CBP ke Aceh Tengah dan Bener Meriah Pasca Bencana

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Peresmian 2.664 Titik Air se-Indonesia secara Vidcom Bersama Pangdam IM

Daerah

Sertijab Kepala Bapas Kelas I Banda Aceh