Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Rudianto Tjen, menyatakan pemerintah Indonesia cukup responsif dalam menanggapi kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara konflik seperti Venezuela dan Gaza.
“Oh ya, di daerah konflik itu kan pemerintah kita cukup tanggap, kalau seandainya ada konflik seperti di Venezuela, seperti di Gaza, segala itu, biasanya sudah ada warning dari sana,” ujar Rudianto, dikutip Minggu (18/1).
Politikus yang juga membidangi hubungan luar negeri ini menegaskan, begitu pemerintah menerima tanda peringatan dini (kode kuning), langkah evakuasi cepat sudah dilakukan.
“Begitu sudah ada tanda kuning, itu kita sudah ambil langkah cepat untuk evakuasi,” tegasnya.
Rudianto juga menekankan pentingnya pengawasan intensif Komisi I terhadap perwakilan RI di luar negeri, termasuk perhatian pada kesejahteraan diplomatik seperti gaji Dubes RI yang tergerus oleh fluktuasi nilai tukar.
Adapun Kementerian Luar Negeri (Kemlu), mencatat bahwa sepanjang tahun 2025 pemerintah telah berhasil memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis, mulai konflik hingga kejahatan transnasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pemulangan puluhan ribu WNI ke Tanah Air sepanjang tahun 2025 dilakukan karena beragam persoalan.
“Sepanjang 2025 Indonesia telah memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis,” ungkap Sugiono.
Editor: Amiruddin. MK









