Aceh Timur – Anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Timur, Sulaiman Saleh, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan merawat perdamaian yang telah terbangun di Provinsi Aceh.
Dalam keterangan kepada media, Minggu 8 Februari 2026, ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan persatuan masyarakat di Aceh merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Menurut Sulaiman Saleh, perdamaian yang dinikmati masyarakat Aceh saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan besar dari berbagai pihak. Karena itu, ia menilai seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan situasi kondusif yang telah terwujud sejak penandatanganan nota kesepahaman damai.
“Perdamaian ini adalah warisan berharga yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai perbedaan pandangan maupun kepentingan tertentu merusak persatuan yang sudah dibangun dengan susah payah,” ujar Sulaiman Saleh.
Ia juga menekankan bahwa perdamaian tidak hanya menjadi simbol berakhirnya konflik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Stabilitas keamanan, kata dia, membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta kemajuan sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, Sulaiman Saleh mengajak generasi muda Aceh untuk memahami sejarah perjuangan daerah serta menanamkan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, peran generasi muda sangat strategis dalam menjaga keberlanjutan perdamaian di masa depan.
Ia juga berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan, dapat terus bersinergi dalam memperkuat persatuan dan menghindari potensi konflik sosial.
“Perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat Aceh. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga Aceh tetap aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.
Editor: Amiruddin. MK













