Aceh Jaya – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Jaya memicu krisis air baku di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mon Mata. Akibatnya, distribusi air bersih ke ribuan pelanggan di Kecamatan Teunom dan Pasie Raya terganggu.
Sekitar 4.000 jiwa di dua kecamatan tersebut kini terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih, Jumat (17/7/2026).
Direktur Perumdam Tirta Mon Mata, Muhadi, mengatakan gangguan distribusi air bersih dipicu oleh menurunnya debit Sungai Teunom sebagai sumber air baku. Kondisi tersebut menyebabkan pipa penghisap yang berada di dasar sungai tidak lagi mampu mengalirkan air secara optimal menuju Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant/WTP).
“Akibat musim kemarau, permukaan air sungai mengalami penurunan yang cukup signifikan sehingga pipa penghisap air di dasar sungai tidak dapat berfungsi menarik air menuju WTP. Kondisi ini berdampak pada terganggunya proses produksi air bersih,” kata Muhadi.
Menurutnya, Perumdam bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah meninjau langsung lokasi sumber air baku untuk memetakan penyebab gangguan sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya sudah berada di lapangan untuk melihat langsung kondisi yang terjadi. Saat ini Perumdam bersama Pemkab terus mengupayakan solusi terbaik agar layanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal secepatnya,” ujarnya.
Muhadi meminta masyarakat memahami kondisi yang terjadi karena gangguan distribusi air bersih sepenuhnya dipengaruhi faktor alam, yakni kemarau yang menyebabkan debit Sungai Teunom terus menurun.
Ia menegaskan Perumdam bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya akan terus mempercepat penanganan agar produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan di Kecamatan Teunom dan Pasie Raya dapat segera kembali normal.
“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya percepatan penanganan sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan di Kecamatan Teunom dan Pasie Raya dapat segera kembali normal,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi














