Home / Aceh Barat / Pemerintah

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:14 WIB

Bupati Aceh Barat dan DPRK Bahas Kondisi Fiskal hingga Nasib P3K dalam Diskusi Santai

mm Redaksi

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP bersama pimpinan dan anggota DPRK Aceh Barat saat diskusi santai membahas isu strategis daerah di Pendopo Bupati, Kamis malam (30/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP bersama pimpinan dan anggota DPRK Aceh Barat saat diskusi santai membahas isu strategis daerah di Pendopo Bupati, Kamis malam (30/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP bersama jajaran DPRK Aceh Barat menggelar diskusi santai untuk membahas berbagai isu strategis yang tengah dihadapi daerah. Pertemuan yang berlangsung di Pendopo pada Kamis (30/4/2026) malam tersebut turut dihadiri oleh ketua dewan Siti Ramazan, wakil ketua, ketua fraksi, serta ketua komisi.

Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa pertemuan dengan eksekutif dan legislatif ini menjadi ruang terbuka untuk bertukar gagasan terkait perkembangan terkini, baik dari sisi geopolitik nasional hingga kondisi daerah Aceh Barat.

“Kami jajaran pemerintah bersama DPRK duduk bersama membahas Aceh Barat dan update isu terkini. Mulai dari geopolitik nasional hingga daerah, termasuk kondisi fiskal yang saat ini tergolong lemah,” kata Tarmizi.

Baca Juga :  Pj Gubernur Aceh Harap Kehadiran Guru Besar di IAIN Lhokseumawe Berkontribusi Tingkatkan Pendidikan Aceh

Menurut Tarmizi, kondisi anggaran daerah yang terbatas menuntut pemerintah dan legislatif untuk menetapkan skala prioritas pembangunan secara tepat. Selain itu, diperlukan strategi jangka ke depan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Diskusi tersebut juga menyoroti berbagai permasalahan serius yang tengah dihadapi Aceh Barat, serta langkah-langkah solusi yang bisa ditempuh secara bersama. Tarmizi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRK dalam merumuskan kebijakan yang efektif.

Baca Juga :  Praja IPDN Bantu Bersihkan Dinkes Aceh Tamiang

“Sinergi ini perlu dibangun. Melalui diskusi santai seperti ini, ruang untuk menyampaikan pendapat menjadi lebih terbuka. Nanti secara resmi akan dibahas di forum DPRK, tetapi untuk menggali ide bisa dilakukan sambil ngopi seperti ini,” jelasnya.

Salah satu isu penting yang dibahas adalah kebijakan terkait batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen sesuai peraturan pemerintah. Tarmizi mengungkapkan kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada keberlanjutan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Baca Juga :  Dian Rubianty: Semester Pertama, Ombudsman Aceh Terima 188 Laporan Masyarakat

“Kita berupaya mencari solusi agar jangan sampai P3K, baik penuh waktu maupun paruh waktu, menjadi korban karena keterbatasan anggaran. Ini sedang kita cari jalan keluarnya,” tambahnya.

Selain itu, upaya peningkatan PAD juga menjadi fokus utama, dengan pendekatan yang tidak memberatkan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menggali potensi pendapatan secara optimal namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi warga.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif demi mendorong pembangunan Aceh Barat yang lebih baik ke depan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Ribuan Umat Muslim Padati Masjid Besar Meureubo untuk Peringati Maulid Nabi SAW

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Irup Peringatan HGN dan HUT Ke-79 PGRI serta HUT KORPRI ke-53 

Pemerintah

Menko Polkam : Pemerintah Kerahkan Upaya Terbaik Tuntaskan Karhutla Riau

Daerah

30 Ribu Hektare Tambak Di Provinsi Aceh Rusak Digulung Banjir Sumatera

Nasional

Menkopolkam Dukung Pemberantasan Korupsi

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Minta ASN Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat 

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat dan Haji Uma Tinjau Proyek Irigasi Lhok Guci

Internasional

Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI dari Kamboja