Home / Daerah

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:36 WIB

Eksklusif: Pertemuan Rahasia Kasat Reskrim dengan Kritikus Tambang Ilegal – Ada Apa?

mm Redaksi

Kasat Reskrim Nagan Raya Duber hadapan dengan Ketua LSM LANA Pengkritik kinerja kepolisian terkait Isu Pembekingan Tambang Emas Ilegal, Sabtu (17/01/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kasat Reskrim Nagan Raya Duber hadapan dengan Ketua LSM LANA Pengkritik kinerja kepolisian terkait Isu Pembekingan Tambang Emas Ilegal, Sabtu (17/01/2026). Foto: Dok. Istimewa

Nagan Raya – Di tengah sorotan tajam terhadap penanganan tambang emas ilegal (PETI) di Nagan Raya, sebuah pertemuan rahasia antara Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Muhammad Rizal, dengan seorang ketua LSM yang vokal mengkritik penegakan hukum PETI, memicu tanda tanya besar. Apa yang sebenarnya terjadi?

Nagan Raya, yang termasuk dalam daftar enam daerah bermasalah dengan PETI di Aceh, terus menjadi pusat perhatian. Aktivitas penambangan ilegal di kawasan hutan lindung dan hutan produksi tak hanya mengancam lingkungan, tapi juga diduga melibatkan praktik koruptif yang melibatkan oknum aparat.

Baca Juga :  Pemkab Nagan Raya Jajaki Kerja Sama dengan Google Indonesia

Data dari Pansus Mineral dan Migas DPR Aceh mengungkap indikasi setoran “uang keamanan” mencapai Rp 360 miliar per tahun dari ribuan ekskavator yang beroperasi secara ilegal. Janji pemberantasan yang digaungkan pemerintah Aceh seolah tak bertaji, dengan aktivitas PETI yang terus menggurita.

Di tengah situasi yang memanas ini, tim investigasi kami menemukan fakta mengejutkan: AKP Muhammad Rizal, yang baru menjabat sebagai Kasat Reskrim sejak 03 November 2025, terlihat bertemu dengan seorang ketua LSM yang selama ini lantang menyuarakan penegakan hukum terhadap pelaku PETI. Pertemuan itu berlangsung di sebuah kafe di Desa Kuala Baro, Sabtu (17/1/2026), dan turut dihadiri sejumlah wartawan lokal.

Baca Juga :  Kapolda Aceh: Waktunya Membangun, Disharmoni No

Pertanyaan yang Menggantung:

  • Apa agenda utama pertemuan rahasia tersebut?
  • Apakah ini upaya lobi untuk meredam kritik terhadap kinerja kepolisian dalam PETI?
  • Mengapa pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup dan terkesan menghindari sorotan publik?
  • Bagaimana tanggapan pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik PETI yang merugikan negara dan masyarakat?
Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal berduka cita pelatih PON Gorontalo Wafat di Aceh

Hingga berita ini diturunkan, AKP Muhammad Rizal belum memberikan keterangan resmi terkait pertemuan tersebut. Masyarakat Nagan Raya menanti jawaban yang transparan dan akuntabel dari pihak kepolisian.

Kasus ini menjadi ujian berat bagi kredibilitas Polres Nagan Raya dalam menegakkan hukum dan memberantas praktik PETI yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik pertemuan rahasia tersebut.

Editor: Amiruddin. MKReporter:

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Polres Aceh Barat Terima Penghargaan Ombudsman RI 2023

Daerah

Limbah Plastik di Aceh Selatan Disulap Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Zikir dan Kenduri Maulid Akbar

Daerah

Perdana, Ponpes Al-Gurobah Takengon Meriahkan HUT RI Bareng Densus 88 AT Polri

Daerah

Pj Walikota Banda Aceh Dinilai Gagal Kendalikan Inflasi, Citra Pemerintah Pusat Ikut Tercoreng Dimata Masyarakat

Aceh Timur

Ratusan KPA Wilayah Peureulak Dukung H. Sulaiman Tole Dan Abdul Hamid Apong Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur

Daerah

Kemenkum Aceh Berkomitmen Perkuat Sistem Pemberantasan Pungli 

Daerah

Bank BSI Dukung PERSIRAJA Untuk Promosi ke Divisi 1 Liga Indonesia Musim Depan