Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.
Puncak peringatan HAN tingkat Kota Banda Aceh dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026, di Taman Putroe Phang, dengan mengusung tema “Kalau Aku Jadi Pemimpin Indonesia Tahun 2045”. Tema tersebut selaras dengan visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Plt Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, mengatakan bahwa peringatan HAN tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang melalui berbagai kegiatan edukatif, partisipatif, dan inklusif yang berfokus pada pemenuhan hak-hak anak.
“Puncak Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar dapat berekspresi, berpartisipasi, dan mengembangkan potensi diri sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Tiara, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelum puncak peringatan digelar, Pemko Banda Aceh telah melaksanakan lima rangkaian kegiatan di berbagai lokasi.
Kegiatan pertama berupa edukasi pencegahan perundungan (anti-bullying) yang diintegrasikan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di empat satuan pendidikan, yakni SLB TNCC, MTsN 1, SMP Negeri 15, dan SMP Islam Qurani. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anak.
Selanjutnya, DP3AP2KB bersama Bunda PAUD Kota Banda Aceh menggelar pelestarian permainan tradisional di Hutan Kota Tibang yang diikuti sekitar 2.000 siswa PAUD se-Kota Banda Aceh. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan kembali pada permainan tradisional yang dinilai mampu melatih kemampuan motorik, sosial, serta mempererat interaksi antarteman.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, DP3AP2KB juga melaksanakan aksi kemanusiaan di Yayasan C-Four Aceh melalui penjangkauan dan asesmen awal terhadap kondisi psikologis anak-anak penderita kanker.
Selain itu, kampanye penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak turut digelar di kawasan Car Free Day (CFD). Kegiatan tersebut dikemas melalui permainan edukatif, sosialisasi pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, serta pengumpulan aspirasi anak melalui “Pohon Harapan”. Program ini melibatkan Generasi Berencana (GenRe), Forum Anak Kota Banda Aceh (FOKBA), dan Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A).
Rangkaian HAN 2026 juga diisi dialog interaktif melalui Radio Republik Indonesia (RRI) dalam program Diary Perempuan dan Anak (Diary PUAN) serta Indonesia Layak Anak (IDOLA). Dialog tersebut menghadirkan Forum Anak Kota Banda Aceh untuk menyuarakan berbagai isu perlindungan anak dan pemenuhan hak anak di Kota Banda Aceh.
Tiara berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Momentum Hari Anak Nasional ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam membentuk karakter anak-anak Banda Aceh sebagai generasi yang tangguh, kreatif, berakhlak mulia, serta siap menjadi pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Editor: Amiruddin. MK











