Home / Parlementaria

Senin, 27 April 2026 - 08:54 WIB

HUT ke-821 Banda Aceh, DPRK Soroti Pemerataan Pembangunan dan Ekonomi Rakyat

mm Redaksi

Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Kota Banda Aceh kini genap berusia 821 tahun. Usia panjang tersebut menempatkan Banda Aceh sebagai salah satu kota tertua di Nusantara yang telah melewati berbagai dinamika sejarah dan perkembangan zaman.

Dari masa ke masa, kota yang dahulu dikenal sebagai Kutaraja ini terus tumbuh dengan tetap menjaga semangat dan martabatnya sebagai ibu kota Provinsi Aceh.

Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menilai bahwa Banda Aceh terus menunjukkan kemajuan dalam berbagai sektor pembangunan, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan ke depan, terutama terkait ekonomi rakyat dan keadilan pembangunan.

Baca Juga :  Mendagri: Kinerja Solid Komisi II DPR RI Lahirkan Prestasi MURI

Menurutnya, momentum HUT kota harus menjadi ajang evaluasi bersama terhadap capaian pembangunan yang telah dilakukan.

“HUT Banda Aceh harus jadi momen evaluasi, apa yang sudah berhasil kita lanjutkan, dan yang belum harus berani kita perbaiki demi rakyat,” ujarnya.

Ia menyebut, meski banyak kemajuan telah dicapai, tantangan pembangunan masih nyata dan perlu perhatian serius. Fokus ke depan adalah memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan hingga ke tingkat gampong.

Terkait prioritas pembangunan, Daniel menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik yang cepat, pertumbuhan ekonomi rakyat, serta pemerataan pendidikan.

Baca Juga :  Banleg DPRK Banda Aceh Tetapkan 12 Raqan Masuk Proleg Kota Banda Aceh 2026

“Prioritas kami jelas: pelayanan publik yang cepat, ekonomi rakyat yang tumbuh, dan pendidikan yang berkualitas serta merata dengan pembangunan berkeadilan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Banda Aceh, namun menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRK akan tetap diperkuat agar setiap kebijakan tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat.

“Tantangan terbesar bukan hanya membangun, tetapi memastikan keadilan agar semua warga merasakan manfaat pembangunan tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dalam sektor ekonomi, ia menekankan pentingnya penguatan UMKM, pasar rakyat, dan pelaku usaha kecil sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

“Ekonomi harus tumbuh dari bawah. UMKM dan pelaku usaha kecil harus jadi prioritas,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRA Tetapkan Rencana Kerja Tahunan 2026 untuk Perkuat Fungsi Legislasi dan Pengawasan

Daniel juga berpesan kepada generasi muda agar terus kreatif, mandiri, dan mengambil peran dalam pembangunan kota.

Terkait tata kelola anggaran, ia menegaskan bahwa transparansi merupakan kewajiban yang harus dijaga.

“Setiap rupiah anggaran harus jelas manfaatnya dan dapat dipertanggungjawabkan ke publik,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Daniel mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Banda Aceh.

“Kemajuan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Banda Aceh adalah kota kita, mari kita jaga bersama,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Komunikasi Lemah, Kasyful Wara Soroti Kinerja SKPK Abdya

Aceh Besar

PII Aceh Besar Gelar Leadership Basic Training 2026, Target 150 Peserta Siap Jadi Pemimpin Muda Berkarakter

Nasional

Bakamla Buka Suara soal Imigran Rohingya Masuk RI

Parlementaria

Anggota DPRA Nora Idah Nita Perjuangkan Jalan Lesten – Pulo Tiga

Parlementaria

Bambang Haryo Apresiasi Nelayan yang Bantu Evakuasi Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Banda Aceh

Ketua DPRK Banda Aceh Jadi Narasumber Pertemuan Arsitek Dunia, Dorong Kolaborasi Pembangunan Kota

Parlementaria

Kader Posyandu dan KWT Kuta Alam Sampaikan Aspirasi Peningkatan Honor serta Dukungan Ketahanan Pangan

Parlementaria

DPRA Resmi Tetapkan Kode Etik dan Tata Cara Beracara Badan Kehormatan 2026