Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka perlombaan olahraga tradisional khusus ibu-ibu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan GOR Gampong Lambung, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan ibu-ibu dari sembilan kecamatan se-Kota Banda Aceh. Para peserta berkompetisi dalam tiga cabang olahraga tradisional, yakni tarik tambang, balap karung, dan balap bakiak.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Tawa dan sorak-sorai warga terdengar mengiringi perjuangan para peserta yang menunjukkan kekompakan serta semangat dalam setiap pertandingan.
Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi pelaksanaan lomba olahraga tradisional tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarmasyarakat.
“Kegiatan ini melahirkan kebersamaan, keceriaan, sportivitas, membangun dan memperluas hubungan sosial. Karena bahagia bukan hanya secara fisik tapi juga mental,” ujar Illiza.
Ia juga mengingatkan peserta agar tetap menjaga sportivitas dan tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai alasan untuk menimbulkan perselisihan.
“Dalam lomba ini ada yang kalah dan menang. Pulang jangan bawa permusuhan. Tugas kita usaha untuk meraih kemenangan,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membudayakan olahraga rekreasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan misi keenam Pemerintah Kota Banda Aceh.
Reza menjelaskan, lomba olahraga tradisional kali ini secara khusus melibatkan kaum ibu karena kegiatan serupa sebelumnya masih lebih banyak diikuti laki-laki.
“Lomba khusus ibu-ibu ini kami gelar karena kegiatan sebelumnya seperti tangkap bebek, pukul bantal dan turnamen bulu tangkis masih didominasi laki-laki,” ujar Reza.
Ia menambahkan, olahraga tradisional memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.
“Pertandingan tradisional ini juga menjadi salah satu indikator tingkat keolahragaan di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Banda Aceh, dengan menghadirkan suasana rekreatif dan mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.
Editor: Amiruddin. MK























