Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melihat tanda-tanda membaiknya kondisi inflasi setelah sempat mengalami lonjakan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah tekanan harga bahan pokok yang masih dirasakan masyarakat, pasar murah kini menjadi salah satu instrumen utama yang diandalkan pemerintah untuk menjaga daya beli warga.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Masjid Al-Hidayah, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Jumat (15/5/2026).
Menurut Illiza, angka inflasi di Banda Aceh sebelumnya sempat melonjak signifikan hingga menyentuh enam persen lebih. Namun, kondisi tersebut kini mulai terkendali setelah pemerintah melakukan berbagai intervensi di sektor pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.
“Inflasi kita di Kota Banda Aceh luar biasa, dari 0,2 jadi 6 sekian, dan sekarang sudah turun lagi menjadi 3,4,” ujar Illiza.
Ia menilai, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan harga di pasar, tetapi juga harus dibarengi dengan langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha yang biasanya diiringi kenaikan harga pangan.
“Kita terus menjaga stabilitas harga, kemudian inflasi Kota Banda Aceh, dan banyak intervensi lain juga seperti subsidi pasar daging,” katanya.
Illiza mengatakan, intervensi pasar yang dilakukan pemerintah bertujuan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani lonjakan harga. Di sisi lain, langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga perputaran ekonomi masyarakat agar tetap stabil di tengah fluktuasi harga bahan pangan.
Gerakan Pangan Murah sendiri menjadi salah satu program yang kini rutin digelar di sejumlah wilayah Banda Aceh. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait hingga distributor pangan, guna memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau.
Selain beras, minyak goreng, gula, dan telur, pemerintah juga mulai melakukan subsidi pada sejumlah komoditas tertentu yang dianggap rentan mengalami kenaikan harga, termasuk daging menjelang momentum hari raya.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga distribusi dan pasokan pangan tetap aman. Langkah tersebut dinilai penting agar gejolak harga tidak kembali memicu lonjakan inflasi seperti yang sempat terjadi sebelumnya.
Dengan tren inflasi yang mulai menurun, Pemko Banda Aceh berharap kondisi ekonomi masyarakat bisa semakin membaik. Pasar murah dan intervensi pangan pun diproyeksikan tetap menjadi langkah utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara harga pasar dan kemampuan beli masyarakat. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK











