Home / Advetorial / Pemko Banda Aceh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

Inflasi Banda Aceh Mulai Melandai, Pemko Andalkan Pasar Murah Jaga Daya Beli Warga

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau langsung lokasi GPM di Lampulo, Jumat (15/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau langsung lokasi GPM di Lampulo, Jumat (15/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melihat tanda-tanda membaiknya kondisi inflasi setelah sempat mengalami lonjakan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah tekanan harga bahan pokok yang masih dirasakan masyarakat, pasar murah kini menjadi salah satu instrumen utama yang diandalkan pemerintah untuk menjaga daya beli warga.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Masjid Al-Hidayah, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Jumat (15/5/2026).

Menurut Illiza, angka inflasi di Banda Aceh sebelumnya sempat melonjak signifikan hingga menyentuh enam persen lebih. Namun, kondisi tersebut kini mulai terkendali setelah pemerintah melakukan berbagai intervensi di sektor pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga :  Kadisbudpar Aceh Dukung Rencana DKA Buat Program Rumah Belajar Seni

“Inflasi kita di Kota Banda Aceh luar biasa, dari 0,2 jadi 6 sekian, dan sekarang sudah turun lagi menjadi 3,4,” ujar Illiza.

Ia menilai, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan harga di pasar, tetapi juga harus dibarengi dengan langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

Warga kota Banda Aceh menyerbu pasar murah, Jumat (15/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha yang biasanya diiringi kenaikan harga pangan.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Selatan Rekrut Direksi PDAM Tirta Naga Tapaktuan 

“Kita terus menjaga stabilitas harga, kemudian inflasi Kota Banda Aceh, dan banyak intervensi lain juga seperti subsidi pasar daging,” katanya.

Illiza mengatakan, intervensi pasar yang dilakukan pemerintah bertujuan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani lonjakan harga. Di sisi lain, langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga perputaran ekonomi masyarakat agar tetap stabil di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

Gerakan Pangan Murah sendiri menjadi salah satu program yang kini rutin digelar di sejumlah wilayah Banda Aceh. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait hingga distributor pangan, guna memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Selain beras, minyak goreng, gula, dan telur, pemerintah juga mulai melakukan subsidi pada sejumlah komoditas tertentu yang dianggap rentan mengalami kenaikan harga, termasuk daging menjelang momentum hari raya.

Baca Juga :  Serahkan 5 Rumah Layak Huni, Bang Afdhal Tegaskan Amanah Muzakki Telah Tersalurkan

Pemerintah Kota Banda Aceh juga menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga distribusi dan pasokan pangan tetap aman. Langkah tersebut dinilai penting agar gejolak harga tidak kembali memicu lonjakan inflasi seperti yang sempat terjadi sebelumnya.

Dengan tren inflasi yang mulai menurun, Pemko Banda Aceh berharap kondisi ekonomi masyarakat bisa semakin membaik. Pasar murah dan intervensi pangan pun diproyeksikan tetap menjadi langkah utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara harga pasar dan kemampuan beli masyarakat. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pawai Kapal Hias PKA-8 Hipnotis Ribuan Masyarakat Aceh

Advetorial

Pustaka Keliling, Cara DPKA Merayu Masyarakat untuk Gemar Membaca

Advetorial

Wisata Alam Tui Jeuringei yang Wajib Dikunjungi di Pidie

Advetorial

Pantai Ujong Pancu, Kekayaan Wisata Aceh Besar
Ladang Kopi

Advetorial

Pagi di Redelong Menyusuri Ladang Kopi

Advetorial

Dinas Pendidikan Aceh Gelar Rapat Kerja Bahas Renstra 2025-2029

Advetorial

Pekan Raya Cahaya Aceh, Momen Kebangkitan Pelaku Ekraf

Advetorial

Kadisbudpar Aceh Ajak ASN Manfaatkan Medsos untuk Promosikan Pariwisata