Aceh Barat Daya – Keributan yang melibatkan warga Ie Mirah dan Alue Dawah saat aksi demonstrasi di PT Juya Aceh Mining (JAM), Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya), tersebutkan bermula ketika warga mempersoalkan aktivitas pekerja yang masih berlangsung di tengah aksi.
Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi kontak fisik setelah sebuah mobil pengangkut kembali bergerak di sekitar lokasi massa.
Ira Maya, aktivis warga Gampong Alue Dawah yang ikut langsung dalam aksi tersebut, meminta agar penyampaian kronologi kejadian secara utuh untuk menghindari kesalahpahaman terkait peristiwa tersebut.
Menurut Ira, beberapa perempuan dari kelompok warga yang mengikuti aksi melihat kolam paling dalam di ujung V4.
Saat itu, kata dia, masih terdapat pekerja di bagian OB yang melakukan aktivitas.
Warga kemudian menyampaikan keberadaan pekerja tersebut kepada pihak yang berada di lokasi.
Namun, menurut Ira, respons warga kurang baik sehingga memunculkan ketegangan di tengah berlangsungnya aksi.
“Kami hanya ingin meluruskan kronologi berdasarkan apa yang kami lihat dan alami langsung di lokasi,” kata Ira Maya, Rabu (28/10/2026).
Ira mengatakan keberadaan pekerja saat demonstrasi berlangsung menjadi salah satu hal yang dipertanyakan warga.
“Warga mempertanyakan mengapa masih ada aktivitas kerja ketika aksi sedang berlangsung. Itu yang kemudian menjadi salah satu persoalan di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, situasi sempat mereda setelah pihak kepolisian datang ke lokasi dan mencegah aktivitas tersebut.
Namun, tidak jauh dari tempat berkumpulnya massa, kata Ira, satu mobil pengangkut kembali bergerak.
Menurutnya, seorang warga yang kemudian mengalami luka mendatangi kendaraan tersebut untuk mencegahnya melintas.
Setelah itu terjadi kontak fisik yang kemudian berkembang menjadi keributan antarwarga.
Terkait informasi mengenai adanya denda terhadap pihak yang terlibat, Ira mengatakan dirinya tidak mengetahuinya.
“Saya tidak mengetahui ada tidaknya denda tersebut. Untuk ke depannya, jika kejadian serupa kembali terjadi, pihak yang memulai persoalan harus bertanggung jawab,” katanya.
Ira berharap penjelasan tersebut dapat menjadi klarifikasi atas informasi yang beredar mengenai kejadian di lokasi aksi.
“Kami berharap informasi sesuai dengan kejadian yang sebenarnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

















