Aceh Barat Daya – Video keributan antara warga Alue Dawah dan warga Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), beredar di sejumlah platform media sosial, Selasa (27/10/2026).
Narasi dalam video itu mengaitkan keributan dengan aksi unjuk rasa warga Alue Dawah di PT Juya Aceh Mining, Babahrot.
Narator juga menyebut dugaan provokasi sebagai pemicu insiden hingga terjadi aksi pemukulan secara beramai-ramai.
Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan penyebab keributan maupun kebenaran narasi tersebut.
Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi melalui Kasat Reskrim Polres Abdya, Maiyudi, membenarkan insiden yang melibatkan warga kedua desa tersebut.
“Iya, tadi bentrok warga Alue Dawah dengan warga Ie Mirah,” kata Maiyudi.
Ia menjelaskan, jajaran Satreskrim bersama personel Polsek turut mendampingi penanganan insiden itu.
Menurutnya, kedua pihak telah menyelesaikan persoalan tersebut di tingkat desa.
“Kami tadi mendampingi Polsek. Sesampai kami sudah siap, kejadian itu selesai di desa tadi,” ujar Maiyudi.
Sementara itu, Keuchik Ie Mirah, Khairul Azmi, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi keributan.
Ia mengatakan, saat tiba di lokasi, bentrokan sudah berakhir dan dirinya hanya membantu mendamaikan kedua pihak.
“Masih abu-abu informasinya. Saya sampai, kejadian sudah selesai. Saya hanya mendamaikan saja,” kata Khairul.
Khairul membenarkan insiden tersebut terjadi di kawasan PT Juya Aceh Mining.
Namun, ia menyarankan agar media meminta keterangan kepada Keuchik Alue Dawah karena aksi tersebut melibatkan warga desa itu.
“Untuk kronologi yang pastinya, coba ditanyakan kepada Keuchik Alue Dawah, karena aksi tersebut digerakkan oleh warga Alue Dawah,” ujarnya.
Terpisah, Keuchik Alue Dawah, Muhammad Yata, mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut karena tidak berada di lokasi saat keributan berlangsung.
“Saya tidak tahu kronologinya sebab saya tidak ada di tempat,” kata Muhammad Yata singkat.
Hingga berita ini turun, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan terperinci mengenai pemicu keributan, dugaan provokasi, maupun pihak-pihak yang terlibat.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar
















