Home / Daerah / Pemerintah / Peristiwa

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:00 WIB

Pemulihan Lahan Pertanian di Kampung Toweren

mm Redaksi

Alat berat dikerahkan untuk membantu pembersihan material potongan kayu yang menutupi areal persawahan pascabanjir di Toweran, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu (22/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Alat berat dikerahkan untuk membantu pembersihan material potongan kayu yang menutupi areal persawahan pascabanjir di Toweran, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu (22/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Aceh Tengah – Letak geografis Kampung Toweren di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, yang berada di bawah naungan perbukitan dataran tinggi Gayo, menjadikannya daerah yang sangat rentan terhadap dinamika cuaca ekstrem. Ketika curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu dalam durasi panjang, lereng-lereng bukit tak lagi mampu menahan laju air.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, Pascabanjir, wajah Kampung Toweren berubah seketika. Lahan pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi warga tertutup rapat oleh tumpukan material kayu dan sedimen lumpur tebal. Kondisi ini memaksa para petani untuk berhenti beraktivitas, karena hamparan sawah mereka kini menyerupai “hutan kayu” yang berserakan.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Simeulue mengamankan Terduga Pembuat Laporan palsu  

“langkah pemulihan segera dilakukan secara intensif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kepala Desa setempat terjun langsung ke lapangan guna memimpin proses pembersihan. Prioritas utama tim saat ini adalah membebaskan lahan persawahan dari himpitan kayu agar proses masa tanam dapat segera dimulai kembali,” Kata Abdul Muhari, Minggu, 22 Februari 2026

Dia menjelaskan, Untuk memperlancar pergerakan, material kayu tersebut dievakuasi dan ditempatkan sementara di lahan-lahan kosong milik masyarakat yang lebih stabil. Menariknya, di tengah duka akibat rusaknya lahan, masyarakat Kampung Toweren menunjukkan ketangguhannya dengan memanfaatkan material sisa bencana.

Baca Juga :  PWI Aceh Angkat Firnalis Jadi Ketua PWI Simeulue

“Kayu-kayu gelondongan yang dibawa arus banjir tidak dibuang begitu saja, melainkan dipilah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bangunan guna memperbaiki struktur rumah yang rusak, serta dijadikan kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Langkah ini menjadi strategi bertahan hidup sekaligus upaya efisiensi dalam fase pemulihan mandiri,” Katanya.

Namun, besarnya volume material kayu dan luasnya area persawahan yang terdampak menjadi tantangan tersendiri. Meski pengerjaan dilakukan secara gotong-royong, diakui bahwa proses pemulihan lahan pertanian memerlukan percepatan. BNPB bersama lintas kementerian/lembaga akan menambah alat berat khusus sebagai solusi kebutuhan yang sangat mendesak guna mengeruk lumpur dan memindahkan kayu-kayu besar yang mustahil dipindahkan secara manual.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Aceh Timur Gelar SIGODAM

“Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat ini diharapkan mampu segera mengembalikan kesuburan lahan pertanian Toweren, sekaligus mengubah sisa material bencana menjadi modal awal pembangunan kembali desa mereka,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Pj Gubernur Harap BPK Audit Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun 2023 Secara Independen

Daerah

Rawan Manipulasi Data, Kerusakan Kebun Sawit Rakyat dan Sawah akibat Banjir di Aceh Singkil Dipertanyakan

Internasional

Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan WNI Meninggal di Bangladesh

Aceh Barat

Seluruh Fraksi DPRK Aceh Barat Setujui APBK-P 2023

Aceh Barat Daya

Hari Ketujuh, Tim SAR Susuri Laut dan Selami Titik Hilangnya Melda

Aceh Besar

Terimakasih Pak Pj Bupati Aceh Besar

Daerah

Bangun Persatuan, Warga Simpang Beutong Gotong Royong

Nasional

Menko Polhukam Pastikan Layanan PDNS Dua, Normal Kembali Bulan Ini