Home / Parlementaria

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Irwansyah Minta Pemko Banda Aceh Antisipasi Kabut Asap, Rumah Sakit Diminta Siaga

mm Redaksi

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, meminta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mempertimbangkan penerapan pembelajaran daring atau sekolah online untuk sementara waktu, menyusul kabut asap yang mulai menyelimuti ibu kota Provinsi Aceh ini.

Langkah itu untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di tengah memburuknya kondisi udara.

Katanya, wali kota juga dapat mempertimbangkan pengaturan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah antisipasi.

Diketahui, kabut asap mulai menyelimuti langit Banda Aceh secara perlahan sejak Kamis (15/10/2026). Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Irwansyah menegaskan bahwa kesehatan warga harus menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah antisipatif sebelum dampak kabut asap semakin meluas.

Baca Juga :  DPRK Aceh Barat menggelar rapat paripurna ke-VII masa sidang ke-II tahun 2024

Politisi muda PKS tersebut juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh terus memantau perkembangan kabut asap dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat.

Menurutnya, informasi yang akurat dan diperbarui secara berkala sangat penting agar warga mengetahui perkembangan kondisi udara serta dapat mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.

Irwansyah mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Ia juga meminta pemerintah memantau ketersediaan masker di masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan adanya pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar di tengah situasi tersebut.

Baca Juga :  DPRA Bentuk Satgas Khusus Kawal Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Menurutnya, kondisi darurat seperti kabut asap berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memainkan harga barang yang dibutuhkan masyarakat.

Irwansyah turut meminta rumah sakit milik pemerintah maupun swasta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien yang terdampak kabut asap, terutama mereka yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ia menekankan, meskipun belum ada laporan pasien yang terdampak kabut asap, fasilitas kesehatan harus tetap bersiap menghadapi kemungkinan kondisi yang lebih buruk.

“Rumah sakit harus sudah siaga jika sewaktu-waktu ada pasien yang terdampak kabut asap ini, misalnya karena ISPA, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi III DPRK Minta Pemkab Aceh Barat Perhatikan Layanan Jaringan Telekomunikasi Daerah

Ia menjelaskan, kabut asap dilaporkan mulai memasuki wilayah Aceh secara bertahap. Dua hari sebelumnya, kabut asap mulai menyelimuti wilayah Aceh Timur, kemudian bergerak hingga mencapai Banda Aceh pada Kamis (15/10/2026).

Menurut Irwansyah, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena kabut asap yang terjadi bukan sekadar persoalan lokal.

Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan sesuai tugas masing-masing.

“Warga kita imbau menggunakan masker, rumah sakit harus siaga, DLHK3 terus memantau perkembangan kabut asap, dan wali kota dapat mempertimbangkan sekolah daring maupun pengaturan jam kerja PNS,” kata Irwansyah.(*)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Ketua DPRA Antar Surat Tembusan Anggaran Penguatan Perdamaian Aceh

Parlementaria

Mahasiswa Desak DPRA Percepat Pemulihan Pertanian dan Penyelesaian Konflik Agraria Aceh

Parlementaria

Ketua DPRK dan Tokoh Masyarakat Berharap Proyek Jalan Jantho-Keumala Jadi Prioritas 2025

Aceh Barat Daya

Buka Barsela Cup, Safaruddin: Tidak Ada Unsur Politik

Parlementaria

Mualem Paparkan Pertanggungjawaban APBA 2025 di DPRA, Aceh Kembali Raih Opini WTP

Parlementaria

Ribuan KL CPO Aceh Mengalir ke Medan Setiap Hari, DPRA Soroti Hilangnya Nilai Tambah Daerah

Parlementaria

DPRK Banda Aceh Minta Evaluasi Total Daycare Usai Kasus Kekerasan Bayi di Syiah Kuala

Ekbis

Daya Saing dan Iklim Investasi Aceh Dibahas, Kepercayaan Investor Jadi Kunci