Home / Internasional / Peristiwa

Minggu, 9 November 2025 - 14:08 WIB

Malaysia tingkatkan patroli setelah migran Rohingya ditemukan 

Farid Ismullah

Datuk Adzli Abu Shah berbicara kepada wartawan di Sintok, Minggu (9/11/2025). (Foto :NSTP/WAN NABIL NASIR.)

Datuk Adzli Abu Shah berbicara kepada wartawan di Sintok, Minggu (9/11/2025). (Foto :NSTP/WAN NABIL NASIR.)

Malaysia – Kepolisian dan badan maritim telah mengintensifkan patroli di perairan Langkawi menyusul penemuan migran Rohingya tak berdokumen yang ditemukan terombang-ambing di dekat perbatasan laut Malaysia–Thailand.

Dilansir dari news straits times (9/11/), Kepala polisi Kedah Datuk Adzli Abu Shah mengatakan dia telah menginstruksikan tim penegak hukum untuk meningkatkan pemantauan di sekitar Teluk Ewa dan daerah sekitarnya untuk menemukan korban selamat yang mungkin masih terombang-ambing atau terdampar di pantai.

Ia mengatakan insiden itu pertama kali terungkap sekitar pukul 09.00 kemarin (8/11) ketika sebuah kapal komersial yang beroperasi di Teluk Ewa melihat tiga pria Rohingya mengambang di laut. Mereka diselamatkan dan diserahkan kepada polisi.

Informasi awal dari para penyintas menunjukkan bahwa mereka telah menaiki ‘kapal induk’ dari Myanmar yang membawa sekitar 300 orang. Kelompok tersebut telah berada di laut selama hampir sebulan sebelum kapal tersebut dilaporkan tenggelam empat hari lalu saat mendekati perairan Malaysia.

Baca Juga :  Rebutan Empat Pulau di Aceh Singkil, Menantu Jokowi lobi Mualem

“Jika angkanya akurat, ini adalah sesuatu yang harus kita tanggapi dengan serius. Sekalipun terjadi di dekat perbatasan negara tetangga, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk mencari dan menyelamatkan para korban,” ujarnya saat ditemui hari ini.

Adzli mengatakan polisi telah mengaktifkan upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) terkoordinasi dengan Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Polisi Air, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, dan lembaga lainnya.

Sekitar pukul 14.30 hingga 15.00, tiga korban selamat lainnya — termasuk seorang pria Bangladesh — ditemukan bersama jenazah seorang perempuan Rohingya. Pria Bangladesh tersebut diyakini sebagai nakhoda atau seseorang yang terlibat dalam memfasilitasi pelayaran tersebut, tetapi penyelidikan masih berlangsung.

Baca Juga :  Evakuasi tahap pertama, 11 WNI Tiba di Tanah Air dari Iran

“Hingga pagi ini, total 10 orang korban selamat telah berhasil diselamatkan , sementara seorang perempuan ditemukan meninggal dunia,” ujarnya.

Adzli mengatakan wawancara awal menunjukkan kelompok itu kemungkinan menjadi korban sindikat penyelundupan manusia yang mengenakan biaya antara 400.000 taka (RM13.500) dan RM15.000 per orang untuk perjalanan ke Malaysia.

“Mereka bersedia menjual rumah, ternak, dan tanah mereka untuk membayar sindikat-sindikat ini. Beberapa juga mengatakan kepada kami bahwa pembayaran baru akan selesai setelah mereka mendarat dan mendapatkan pekerjaan di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa laporan saling bertentangan, dengan beberapa korban selamat mengklaim kapal induk itu membawa 300 orang, sementara yang lain mengatakan para penumpang kemudian terbagi ke dalam tiga kapal yang lebih kecil, salah satunya terbalik.

Baca Juga :  Misteri Kaburnya 24 Imigran Rohingya dari Aceh Selatan

Versi kedua tampaknya lebih masuk akal, karena sindikat biasanya membagi kelompok besar ke dalam perahu yang lebih kecil untuk menghindari deteksi.

Namun, semua ini masih dalam penyelidikan,” katanya.

Semua migran yang selamat telah ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut berdasarkan Pasal 6(1)(c) Undang-Undang Imigrasi 1959/63 karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Jenazah wanita itu telah dibawa ke Rumah Sakit Sultanah Maliha di Langkawi untuk diautopsi.

Investigasi lebih lanjut akan menentukan identitas orang-orang di balik sindikat tersebut dan lokasi pasti di mana kapal itu tenggelam.

“Jika memang ada 300 orang, jumlah yang kami temukan sejauh ini sangat kecil. Kami akan melanjutkan pencarian dengan bantuan dari MMEA dan instansi lainnya,” tambahnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Kemendagri Angkat Bicara Terkait Bupati Aceh Selatan Pergi ke Luar Negeri di Tengah Bencana

Daerah

Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Hukrim

Diduga Korban TPPO, Bakamla RI – Korea Coast Guard dan KBRI Seoul selamatkan delapan ABK WNI

Internasional

Menurut Laporan FAO, Hutan Terancam Akibat Deforestasi Global melambat

Keagamaan

Anggota DPRK Apresiasi Wali Kota Illiza Gerebek Hotel Pelanggar Syariat

Internasional

Kemlu RI-Kamboja Dorong Konektivitas dan Perkuat Upaya Melawan Online Scam

Daerah

Marak Terjadi Perusak Baliho, Ketua Poros Muda : InsyaAllah Kami SABAR Menuju Kemenangan

Internasional

Kasus TPPO Meningkat