Home / Advetorial / Banda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 14:32 WIB

Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” Hadir di Museum Tsunami Aceh, Rekam Jejak Bencana Sumatra

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melakukan prosesi pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melakukan prosesi pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Mengusung tema “Prahara Pulau Emas” Pameran kolaboratif yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Yayasan mataWaktu, dan PT PLN (Persero) menyapa masyarakat Serambi Mekah di Museum Tsunami Aceh pada 3–8 Agustus 2026.

Pameran ini menyajikan puluhan karya visual dokumenter terbaik dari para pewarta foto lintas wilayah, mulai dari Aceh, Medan, Padang, hingga Jakarta. Seluruh karya memotret secara mendalam dampak kedahsyatan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang pada akhir November 2025 lalu.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyelenggaraan kegiatan roadshow pameran foto “Prahara Pulau Emas” di kota Banda Aceh. Sebuah kehormatan bagi Kota Banda Aceh yang terpilih untuk dilaksanakan kegiatan kedua, dan insyaAllah berakhir di Kota Medan.

Baca Juga :  Kejati Aceh Edukasi SMKN 1 Banda Aceh Kampanye Anti-Korupsi

“Kegiatan ini sebetulnya sangat amat penting untuk bagaimana kita mengabadikan sebuah kejadian. Sayangnya, banyak orang tidak melihat ini sesuatu yang sangat sakral dan penting. ​Dan pameran foto kebencanaan mungkin menampilkan rangkaian gambar yang biasa, tapi setiap yang dipamerkan adalah rekaman dari sejarah. Jadi, apa yang digambarkan pada foto ini biasanya karya pewarta foto itu jauh lebih jujur,” ujar Illiza saat membuka kegiatan, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, ketua PFI Pusat, Dwi Pambudo, menerangkan bahwa visual adalah perekam sejarah paling jujur. ​Ketika bencana melanda Aceh, Medan, dan Padang, kamera para pewarta foto bukan sekadar alat bekerja. Ia adalah saksi bisu sekaligus pemantik bangkitnya kemanusiaan.

Baca Juga :  Aceh Raih Dua Penghargaan Nasional pada Festival Literasi Perpusnas 2025

“Kegiatan ini hadir sebagai momentum dokumen ingatan kolektif agar kita tidak pernah lupa pada jejak pilu sekaligus daya hidup masyarakat Sumatra yang luar biasa,” kata Pambudo.

Ketua PFI Aceh, Muhammad Anshar, berharap pameran ini melahirkan generasi pewarta foto yang profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

​”Melalui pameran ini kami berharap setiap foto menjadi ruang edukasi, refleksi, dan hingga inspirasi. Semoga setiap pengunjung tidak hanya membawa pulang kesan terhadap karya-karya yang dipamerkan, tapi juga membawa empati, menumbuhkan kepedulian, dan menguatkan semangat untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana,” harap Anshar.

Baca Juga :  Gelar Sertifikasi untuk Pekerja Kreatif Seni Pertunjukan, Ini Pesan Kadisbudpar Aceh

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pihak penyelenggara juga menggelar workshop fotografi jurnalistik yang diikuti oleh mahasiswa dan komunitas fotografi dari berbagai daerah di Aceh. Workshop ini menghadirkan Pendiri Yayasan Research Visual Mata Waktu, Oscar Motuloh dan Kurator pameran sekaligus pewarta foto Harian Kompas, Danu Kusworo.

Estafet pameran kini berlanjut ke Kota Banda Aceh. Pemilihan Museum Tsunami Aceh sebagai venue berikutnya dirasa sangat sakral dan pas, mengingat arsitekturnya yang monumental sekaligus menjadi simbol global tentang ketangguhan sebuah bangsa dalam menghadapi bencana besar. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Dispora Banda Aceh dan GEOACEH Jalin Kerja Sama Kembangkan UMKM Muda Lewat Fotografi dan Konten Digital

Advetorial

Yuk ke Museum Aceh, Ada Pameran Aroma Rempah Jejak Sejarah Aceh 

Advetorial

Menikmati Hangatnya Kolam Pemandian Air Panas di Beungga

Banda Aceh

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Aceh Gelar Gerakan Nasional Cerdas

Advetorial

Virus Corona Kembali Serang Aceh, Tujuh Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Advetorial

Mengenal Tari Seudati, Warisan Budaya Pejuang Aceh

Banda Aceh

Satpol PP WH Banda Aceh Tertibkan PKL di Jembatan Peunayong, Risiko Macet Jadi Alasan Utama

Advetorial

Pasokan dari Luar Daerah Bikin Harga Pangan Banda Aceh Rentan Naik