Home / Pemko Banda Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:52 WIB

Pemko Banda Aceh Terapkan Waste Collecting Point 2026, Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumbernya

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Sosialisasi Pelaksanaan Waste Collecting Point (WCP) Tahun 2026 di Aula Gedung A Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Sosialisasi Pelaksanaan Waste Collecting Point (WCP) Tahun 2026 di Aula Gedung A Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak seluruh elemen masyarakat mengubah pola pikir terhadap sampah melalui penerapan Waste Collecting Point (WCP) sebagai upaya membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Ajakan tersebut disampaikan Illiza saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Waste Collecting Point (WCP) Tahun 2026 di Aula Lantai IV Gedung A Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (15/7/2026).

Illiza menyampaikan, persoalan sampah saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kebersihan kota, tetapi telah menjadi salah satu tantangan pembangunan perkotaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Dengan jumlah penduduk Kota Banda Aceh yang mencapai 269.552 jiwa, produksi sampah harian di ibu kota Provinsi Aceh tersebut saat ini berada pada kisaran 249 hingga 250 ton.

“Paradigma kita harus berubah. Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai sesuatu yang selesai ketika dibuang. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi maupun nilai lingkungan apabila dikelola dengan baik melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R),” ujar Illiza.

Baca Juga :  Illiza Kukuhkan Semangat Baru Perpani Banda Aceh, Fokus Pembinaan Atlet Panahan Muda

Menurutnya, Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat komitmen mewujudkan kota yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan melalui Program ASRI (Aksi Solutif untuk Ramah Lingkungan).

Salah satu bentuk implementasi program tersebut adalah menghadirkan Waste Collecting Point (WCP), yaitu sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan gampong.

Illiza menjelaskan, WCP bukan hanya tempat pengumpulan sampah, tetapi menjadi sarana membangun kebiasaan baru masyarakat untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga residu.

Dengan sistem tersebut, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan, tingkat daur ulang meningkat, serta sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Illiza Resmikan Kelas Digital AI untuk Guru SD di Banda Aceh

“Yang lebih penting lagi, WCP akan menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang dimulai dari rumah, kemudian berkembang ke tingkat dusun, gampong, hingga seluruh Kota Banda Aceh,” katanya.

Illiza menegaskan keberhasilan program WCP sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparatur gampong, dunia usaha, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga tokoh agama.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh yang telah menginisiasi pelaksanaan WCP dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pengelola.

Menurut Illiza, perempuan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran keluarga untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kota Banda Aceh Hendra Gunawan menyampaikan bahwa WCP merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh Tahun 2026 dalam mendukung pengelolaan kawasan permukiman yang bersih dan sehat.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Hadiri Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII di Medan, Perkuat Sinergi Antarkota

Program tersebut mencakup pembangunan shelter penampungan sampah terpilah, penyediaan sarana pemilahan sampah, sosialisasi, pelatihan, serta monitoring pelaksanaan di 10 gampong di Kota Banda Aceh.

Hendra mengatakan program WCP juga memperkuat inovasi pengelolaan sampah yang telah dilakukan Pemko Banda Aceh dan sejalan dengan capaian kota tersebut dalam meraih CityNet SDG City Awards melalui inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menutup sambutannya, Illiza mengajak seluruh peserta menjadikan sosialisasi WCP sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menangani persoalan sampah.

“Dengan semangat Banda Aceh Kota Kolaborasi, saya yakin persoalan sampah dapat kita atasi apabila seluruh unsur bergerak bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan fasilitas, masyarakat membangun budaya disiplin, dunia usaha berpartisipasi, dan komunitas menjadi penggerak di lapangan,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemko Banda Aceh Tegaskan Penataan PKL Bukan Larangan Berdagang, UMKM Disiapkan Zona Khusus

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Art and Cultural Market Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan UMKM Berbasis Budaya

Pemko Banda Aceh

Illiza Ajak Ulama dan Umara Perkuat Syariat Islam, Hadirkan Ulama Al-Azhar Mesir di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Peringati Hari Yatim 1447 H, Wali Kota Illiza Beri Santunan dan Semangat untuk Anak Yatim

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Jeulingke

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Sambut Rencana PFI Aceh Gelar Pameran Foto Kebencanaan di Museum Tsunami Aceh

Pemko Banda Aceh

Dispora Banda Aceh Gelar Liga Kolaborasi SSB 2026, Fokus Bina Atlet Usia Dini

Pemko Banda Aceh

Dispersip Banda Aceh Teken MoU dengan Guru TK Kuta Raja untuk Tingkatkan Literasi Anak