Home / Hukrim / Nasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:29 WIB

Puspom TNI Gelar Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun  2026

mm Redaksi

Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto (Tengah) usai memimpin Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun  2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Puspen TNI).

Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto (Tengah) usai memimpin Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun  2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Puspen TNI).

Jakarta – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto memimpin Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun  2026, yang bertema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/2).

Dalam Keterangan Resmi Puspen TNI, Sabtu (14/2/2026), amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Danpuspom TNI, menekankan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi harus terus diarahkan pada penguatan profesionalisme aparat penegak hukum di lingkungan TNI.

Baca Juga :  Sinergi Bakamla RI - Kemenhut Tindak Kayu Ilegal di Perairan Batam

“Pelaksanaan operasi tahun ini harus terus dikembangkan ke arah peningkatan profesionalisme petugas maupun subjek hukum melalui pendekatan edukatif karena esensi operasi ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI,” ungkapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, berdasarkan laporan pelaksanaan operasi tahun 2025, terjadi penurunan signifikan jumlah pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Gaktib menurun dari 456 pelanggaran pada tahun 2024 menjadi 432 pelanggaran atau turun sebesar 5,62 persen, sementara Operasi Yustisi mengalami penurunan dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau berkurang sebesar 40,64 persen.

Baca Juga :  Bawa Satwa Liar Bernilai Ratusan Juta Tanpa Dokumen, Dua Warga Ditangkap

Sejalan dengan tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, Panglima TNI juga menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung kinerja Polisi Militer TNI.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tengah Usut Kasus Dugaan Korupsi Proyek di PTPN XI

“Modernisasi alat-peralatan serta sarana-prasarana teknologi, informasi harus dioptimalkan guna mempercepat proses penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Panglima TNI berpesan agar seluruh prajurit senantiasa responsif melalui deteksi dini dan reaksi cepat, menjaga soliditas dan sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta terus kreatif, inovatif, adaptif, dan fleksibel mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi menjaga serta meningkatkan kepercayaan rakyat kepada TNI.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Skandal Wastafel Rp43,7 Miliar, KPK : perkara tersebut ditangani oleh Polda Aceh

Nasional

Kunjungi Papua, Menko Polkam Dorong Peran Generasi Muda Jaga Stabilitas dan Persatuan Bangsa

Hukrim

Dua Petugas Imigrasi Ditangkap Terkait Suap

Nasional

Dek Gam Nilai Penanganan Perkara PSM Lamban dan Tebang Pilih

Daerah

Formas Desak Polres Aceh Singkil Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi ZIS Baitul Mal

Nasional

Wapang TNI Pimpin Sertijab Kapuspen TNI, PMPP dan Kapusjaspermildas

Nasional

Kajati Bali kunjungan mendadak di beberapa Kejari  

Hukrim

Peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H, Pangdam IM : Mari Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan