Home / Daerah

Kamis, 13 November 2025 - 11:03 WIB

RAPBK Pidie 2026 Dibahas, Bupati Tekankan Kehati-hatian Hadapi Tahun Ekonomi Baru

mm Amir Sagita

Bupati Pidie Sarjani Abdullah saat menyerahkan dokumen RAPBK tahun 2026 kepada Ketua DPRK setempat Anwar Sastra Putra, di Gedung Dewan, Kamis (13/11/2025) (Foto.IST).

Bupati Pidie Sarjani Abdullah saat menyerahkan dokumen RAPBK tahun 2026 kepada Ketua DPRK setempat Anwar Sastra Putra, di Gedung Dewan, Kamis (13/11/2025) (Foto.IST).

Sigli – Pemerintah Kabupaten Pidie mulai membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (RAPBK) Tahun Anggaran 2026 bersama DPRK setempat. Pembahasan resmi dimulai sejak Kamis (13/11/2025) melalui rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama DPRK Pidie.

Dalam sidang tersebut, Bupati Pidie Sarjani Abdullah menyampaikan Pengantar Nota Keuangan RAPBK 2026, yang menjadi langkah awal menuju penetapan Qanun APBK tahun depan. Ia menegaskan bahwa proses penyusunan RAPBK bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan dan pelayanan publik di Pidie.

Baca Juga :  Kapolres Nagan Raya Hadiri Acara Penerimaan Api PON XXI Aceh-Sumut

“Penyusunan APBK memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan roda pemerintahan. Dokumen ini kami rancang berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2026,” ujar Bupati di hadapan pimpinan dan anggota DPRK.

Sarjani menjelaskan, rancangan tersebut disusun mengacu pada Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2026. Pemerintah daerah juga telah menyesuaikan seluruh program dan kegiatan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) agar arah pembangunan tetap sinkron.

Baca Juga :  Direktur PPK Kemdikbudristek Hadiri GSMS Di Pidie Jaya

“Untuk rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan, seluruhnya telah kami tuangkan dalam Rancangan Qanun tentang APBK Pidie Tahun Anggaran 2026 yang sudah diserahkan kepada DPRK,” tambahnya.

Namun bupati juga menekankan, rancangan yang diajukan masih terbuka untuk disempurnakan. Karena itu, ia berharap DPRK Pidie dapat memberikan masukan agar RAPBK yang akan ditetapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.

“Kita harus cermat dan berhati-hati dalam menyusun anggaran, karena perekonomian tahun 2026 menuntut kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang cepat,” ujar bupati mengingatkan.

Baca Juga :  HUT PGRI ke 79 di Pidie, Lima Guru Dapat Emas

Rapat paripurna pembahasan RAPBK tersebut dipimpin Ketua DPRK setempat Anwar Sastra Putra alias Bulek dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Wakil Ketua I DPRK T. Zulkarnaini, Wakil Ketua II Teuku Saifullah TS, S.E, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPK, serta para camat se-Kabupaten Pidie.

Dengan penyampaian nota keuangan itu, pembahasan RAPBK Pidie 2026 resmi dimulai, menandai babak baru perjalanan perencanaan pembangunan daerah menuju tahun anggaran berikutnya.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Imum KPA Bereaksi Terhadap Dugaan Main Kasar Pj. Bupati

Daerah

Bahas Kelanjutan Pembangunan Masjid Luansorep, Pemdes Temui Anggota DPRA

Daerah

Kanwil Kemenkumham Aceh Ikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimti Pratama Secara Virtual

Daerah

Aksi Aceh Peduli Palestina Dimulai, Kadisbudpar Donor Perdana, Libatkan Mahasiswa Unida

Aceh Timur

Sejumlah Tuha Peut Dari Enam Gampong Dilantik, Ini Harapan Camat Idi Rayeuk

Daerah

Pangdam IM Hadiri Acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Plh Sekda Aceh Besar Sampaikan Nota Keuangan APBK 2025 di DPRK

Aceh Barat

Ombudsman Laksanakan Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Aceh Barat