Home / Aceh Barat Daya / Kesehatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:14 WIB

Respon Cepat Bupati, Krisis Stok Diazepam Berangsur Teratasi

mm Teuku Nizar

Safaruddin bupati Abdya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Safaruddin bupati Abdya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Krisis stok obat khususnya Diazepam di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan yang sempat menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini berangsur teratasi.

Saat ini, rumah sakit pemerintah mulai menerima pasokan Diazepam 2 miligram.

Sehingga kebutuhan pelayanan pasien dapat kembali terpenuhi secara bertahap.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian khusus Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP.

Sejak menerima laporan terkait keterbatasan stok obat, Bupati Safaruddin terus memantau perkembangan pengadaan.

Baca Juga :  Lagi, M. Febrian Nugroho Sumbang Emas, Berikut Perolehan Mendali Cabor Renang Abdya

Selain itu, Bupati juga meminta pihak terkait untuk melakukan berbagai upaya agar kebutuhan obat di rumah sakit dapat segera terpenuhi.

Bupati Abdya, Safaruddin menyebutkan, kendala ketersediaan Diazepam bukan terjadi karena tidak adanya upaya pengadaan dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah.

“Terkait obat Diazepam yang merupakan obat golongan psikotropika memang ada kendala. Kita sudah mengupayakan pemesanan melalui tiga distributor resmi, yakni Kimia Farma, Merapi, dan Saptasaritama,” sebut Bupati Safaruddin, Rau (24/6/2026).

Baca Juga :  Dinkes Banda Aceh Perkuat Penanganan HIV/AIDS, TBC, dan Malaria Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Namun, lanjutnya, saat itu ketiganya menyampaikan stok Diazepam masih kosong.

“Meski menghadapi keterbatasan pasokan dari distributor, koordinasi dan komunikasi terus kita lakukan hingga akhirnya obat tersebut mulai tersedia,” kata Bupati Safaruddin.

Langkah cepat Bupati Safaruddin mendapat perhatian karena menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.

Ketersediaan obat menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menunjang pelayanan medis di rumah sakit, terutama untuk pasien yang memerlukan terapi tertentu.

Baca Juga :  Dinilai Langgar MoU Helsinki, JASA Tolak Pembentukan Yon TP di Abdya

Pemerintah Kabupaten Abdya juga terus memantau kondisi stok obat-obatan lainnya guna mengantisipasi terjadinya kekosongan yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Dengan mulai tersedianya diazepam, kebutuhan pasien yang sebelumnya terkendala akibat keterbatasan stok kini dapat dipenuhi secara bertahap.

Pemerintah daerah berharap distribusi obat dari distributor resmi terus berjalan lancar.

Sehingga pelayanan kesehatan di RSUTP dapat berlangsung optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Abdya.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Jadi Caleg DPRK, Amiruddin Bawa Misi Berkarya Bersama Maju Bersama

Aceh Barat Daya

Miris! Truk Serbaguna BPBK Abdya Mangkrak di Bengkel

Aceh Barat Daya

YARA : Perusahaan Tambang Di Abdya Kangkangi Aturan Menteri ESDM

Aceh Barat Daya

Aspal Lantai Jembatan Krueng Beukah Mengelupas, Warga Khawatir Terjadi Kecelakaan

Aceh Barat Daya

Harga Murah, Petani Jengkol Curiga Ada Permainan Tengkulak

Aceh Barat Daya

Patroli Gabungan Polres Abdya di Kawasan Wisata

Kesehatan

Sekretariat DPRA Gelar Donor Darah Tahap I 2026, Dukung Ketersediaan Stok Darah di Aceh

Aceh Barat Daya

Zulfan Sebut Posisi Polri di Bawah Presiden Sudah Tepat