Home / Hukrim / Nasional / Peristiwa

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:57 WIB

TNI AL Gagalkan Penyeludupan 200 Ton Arang Bakau

Farid Ismullah

200 Ton Arang Bakau di Dermaga TNI AL Bangsal, Dumai, Rabu (11/3/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Dispenal)

200 Ton Arang Bakau di Dermaga TNI AL Bangsal, Dumai, Rabu (11/3/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Dispenal)

Jakarta – TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai bersama Satgas Gabungan TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 200 ton arang bakau di perairan Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Keberhasilan tersebut disampaikan Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris saat memimpin konferensi pers di Dermaga TNI AL Bangsal, Dumai, Rabu (11/3/2026).

“Pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan observasi dan pemantauan yang dilaksanakan Tim Satgas Ops Intelmar Koarmada I bersama personel Patkamla Lanal Dumai di perairan Selat Panjang terhadap kapal KLM Samudera Indah Jaya GT 172 yang diduga mengangkut arang bakau hasil penebangan ilegal. Setelah dilakukan pengejaran, kapal berhasil dihentikan pada pukul 17.36 WIB dan selanjutnya dikawal menuju Dermaga TNI AL Bangsal Aceh, Dumai untuk pemeriksaan lebih lanjut,” Kata Kolonel Laut (P) Abdul Haris dalam keterangan Persnya yang diterima Kantor Berita NOA.co.id, Kamis, 13 Maret 2026.

Baca Juga :  TNI AL Kerahkan Kekuatan Laut saat latihan Integrasi TNI

Dia menjelaskan, Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 200 ton arang bakau yang diduga melanggar UU No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Baca Juga :  Kemenhut dan WWF Indonesia Garap Koridor Gajah di Aceh

Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera Hari Novianto, menyampaikan bahwa potensi kerugian negara secara ekonomi diperkirakan mencapai Rp4,6 miliar dan kasus ini akan terus didalami hingga kepada pihak penerima manfaat (beneficial owner).

“Keberhasilan ini menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut serta melindungi sumber daya alam dari aktivitas ilegal yang berpotensi merusak ekosistem pesisir, khususnya kawasan mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Kegiatan ini selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL meningkatkan kewaspadaan serta tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum di laut,” Demikian Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris.

Baca Juga :  Kemenhut : Penemuan Tanaman Ganja berada Di Luar Kawasan Wilayah Gunung Kerinci

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Prabowo: Berani Lawan, Kita Hadapi

Pemerintah

Gakkum Kehutanan Siapkan Langkah Hukum Terhadap Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Internasional

Meninggal saat menyelam, Imigrasi Aceh kawal pemulangan jenazah turis Malaysia dari Sabang

Aceh Besar

Wapres Tegaskan Keseriusan Pemerintah Percepat Vaksinasi

Nasional

Pelindungan Pekerja Migran melalui Nota Kesepahaman dan SEB

Nasional

Menhut : Laporkan jika ada regulasi yang menghambat niat baik menjaga satwa dan hutan

Hukrim

Cegah Korban Love Scamming, Petugas Imigrasi Cegah WNI pergi ke Pakistan

Hukrim

Polda Aceh Tahan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara