Sigli – Status “underdog” tak membuat PSST Simpang Tiga ciut nyali. Justru sebaliknya, tim asal Kabupaten Pidie ini datang dengan tekad besar: menjadi batu sandungan bagi para pesaing di Grup E Liga 4 Zona Aceh yang mulai bergulir Selasa (31/3/2026).
Manajer tim, Said Saifullah, menegaskan bahwa PSST tidak hadir sekadar pelengkap. Meski tak diunggulkan dibanding tim-tim seperti Alfarlaky Aceh Timur, Kuala Nanggroe Banda Aceh, dan Persas Sabang, PSST siap memberikan perlawanan sengit.
“Kami bukan datang untuk dipermalukan. Target kami jelas, meraih kemenangan,” tegas Said.
Pada laga perdana, Rabu (1/4/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Blang Paseh, PSST langsung menghadapi ujian berat melawan Alfarlaky Aceh Timur.
Instruksi khusus pun sudah diberikan kepada para pemain, terutama untuk meredam pergerakan lawan sejak awal laga.
Di lini belakang, nama-nama seperti Fahrul Wadis, Efendi, dan Muhammad Rinaldi dipersiapkan menjadi tembok kokoh bagi Laskar Bentara Blang julukan PSST.
Sementara di lini depan, Misbah, Raja Naigolan, dan Ridho Sabang diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan.
Perjalanan PSST menuju fase ini memang tidak mudah. Mereka sempat menumbangkan Persimura 1-0 dan mengalahkan Tamiang United 3-2, meski harus mengakui keunggulan PSAP Sigli dengan skor telak 0-4. Hasil tersebut cukup mengantarkan mereka ke babak delapan besar.
Menghadapi Alfarlaky yang diperkuat pemain berpengalaman seperti Sabirin, Rahmadi, dan Khalidi, PSST tetap percaya diri. Apalagi mereka juga memiliki Bahrul Wadis—eks pemain Tiger FC Peureulak yang siap menjadi benteng terakhir untuk meredam serangan lawan.
Dukungan masyarakat Simpang Tiga dan Pidie pun diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim di lapangan. Dengan semangat juang tinggi, PSST siap membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap, melainkan ancaman nyata di Grup E.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita












