Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pengentasan kemiskinan yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal, berbagai intervensi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh, angka kemiskinan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut mengalami penurunan signifikan.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melalui Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat sebesar 5,45 persen atau turun sekitar 1,5 persen poin dibandingkan Maret 2024.
“Jumlah penduduk miskin juga turun menjadi sekitar 15,87 ribu jiwa atau berkurang sekitar 4 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Sukmawati, pada Senin (18/5/2026).
Sementara itu, garis kemiskinan Kota Banda Aceh tercatat sebesar Rp872.944 per kapita per bulan. Menurut Sukmawati, capaian tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penguatan perlindungan sosial, pemutakhiran data terpadu, peningkatan ketepatan sasaran bantuan, serta sinergi lintas sektor disebut menjadi faktor penting dalam mendukung penurunan angka kemiskinan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan pembaruan dan validasi data masyarakat penerima bantuan agar seluruh program benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi keluarga juga terus diperkuat untuk membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Meski menunjukkan tren positif, Pemko Banda Aceh menyadari tantangan penanganan kemiskinan masih cukup besar. Tekanan ekonomi, kenaikan kebutuhan hidup, dan kondisi sosial tertentu masih menjadi faktor yang berpotensi mendorong kelompok rentan kembali masuk dalam kategori miskin.
Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perangkat gampong, lembaga sosial, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memastikan penanganan kemiskinan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir dan bekerja memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan sosial, akses pemberdayaan ekonomi, serta pelayanan yang lebih baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tutup Sukmawati. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











