Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:26 WIB

Wagub Aceh Minta Daerah Percepat Validasi Data Pascabencana Hidrometeorologi

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan para Kepala SKPA/Biro terkait, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh yang diikuti para Bupati/Wali Kota dan lintas sektor terkait secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, (18/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan para Kepala SKPA/Biro terkait, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh yang diikuti para Bupati/Wali Kota dan lintas sektor terkait secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, (18/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memimpin Rapat Koordinasi Penyelesaian Kegiatan Masa Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di ruang rapat Wakil Gubernur Aceh, Senin (18/5/2026).

Rapat tersebut diikuti Dr Imran selaku Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana wilayah Sumatera/Aceh, para asisten Sekda Aceh, kepala SKPA terkait, serta pemerintah kabupaten/kota se-Aceh yang mengikuti secara virtual.

Rakor digelar untuk melakukan konsolidasi laporan terkait berbagai kendala dalam penyelesaian kegiatan masa transisi pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh.

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan utama mengemuka, di antaranya sinkronisasi dan validasi data, hunian tetap (huntap), jaminan hidup (jadup), serta data kerusakan antara pemerintah daerah, BNPB, BPS, dan kementerian/lembaga yang dinilai belum sepenuhnya terpadu sehingga menghambat percepatan penanganan dan bantuan.

Baca Juga :  Tiga Bupati Aceh Terpilih jadi Pengurus APKASI, Wagub Harap Dapat Bawa Daerah Istimewa Aceh Lebih Baik

Selain itu, terkait pelaksana, sumber pendanaan, dan kewenangan rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur prioritas seperti jalan, jembatan, tanggul, sungai, irigasi, sekolah, dan fasilitas kesehatan juga disebut masih membutuhkan koordinasi lebih intensif antar sektor.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian yakni penyelesaian huntap, hunian sementara (huntara), jadup, dan bantuan masyarakat yang sebagian masih terkendala administrasi, status lahan, validasi penerima, hingga keterbatasan sarana dasar seperti listrik dan air bersih.

Baca Juga :  Ibu Gubernur Aceh Lepas 3 Truk Bantuan Dinsos Aceh ke Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

Rapat juga menyoroti perlunya penguatan posko rehabilitasi dan rekonstruksi, penerapan sistem satu pintu data, percepatan serapan TKD/APBD, hingga dukungan afirmatif dari Pemerintah Pusat agar penanganan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi.

Dalam arahannya kepada para bupati dan wali kota, Wagub Fadhlullah meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota segera menuntaskan dan memvalidasi seluruh data BNBA, Jitupasna, huntap, jadup, serta data kerusakan infrastruktur agar tidak lagi terjadi perbedaan angka antarinstansi.

Wagub juga meminta seluruh daerah menerapkan kebijakan satu data dan satu pintu pelaporan guna mempermudah sinkronisasi dengan Pemerintah Pusat dan Satgas Nasional.

“Posko rehab rekon agar diaktifkan kembali secara penuh untuk melakukan update harian, percepatan verifikasi lapangan, dan monitoring progres pemulihan,” ujar Fadhlullah.

Baca Juga :  Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Komandan Sesko TNI: “Menjaga Aceh Berarti Menjaga Indonesia”

Ia juga meminta pemerintah daerah lebih proaktif mengawal usulan dan koordinasi dengan kementerian/lembaga agar tidak terjadi keterlambatan penanganan akibat persoalan administrasi dan kewenangan.

Menurutnya, penggunaan anggaran tambahan TKD harus diprioritaskan untuk pemulihan pascabencana sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan kebutuhan utama masyarakat terdampak.

Fadhlullah menegaskan, pemerintah daerah harus memprioritaskan penyelesaian layanan dasar masyarakat, terutama hunian, jembatan dan akses pendidikan, air bersih dan listrik, irigasi dan sawah, fasilitas kesehatan, serta bantuan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Asisten II Setda Aceh Resmikan Klinik PBJ

Pemerintah Aceh

Ketua Umum APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD I Aceh di Jakarta

Pemerintah Aceh

Mualem Dorong Hilirisasi Minyak Nilam Aceh, Petani Akan Didukung Sistem Resi Gudang

Pemerintah Aceh

Mualem Dorong Peralihan RSUD Cut Meutia Demi Perkuat Layanan Kesehatan Aceh

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Bentuk Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Beroperasi 24 Jam

News

Diskominsa Aceh akan Launching Satu Data Aceh

Advetorial

DPKA Gelar Storytelling untuk Tumbuhkan Minat Baca Anak Sekolah Dasar

Kesehatan

Permohonan Tambahan Anggaran Aceh ke Kemenkeu Masih Diproses Pemerintah Pusat