Home / Advetorial / Banda Aceh

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:06 WIB

Dinsos Banda Aceh Tangani Keluarga Terlantar di Bawah Jembatan Pango

mm Redaksi

Satu keluarga yang sebelumnya tinggal di bawah jembatan Pango dibina Dinsos Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Satu keluarga yang sebelumnya tinggal di bawah jembatan Pango dibina Dinsos Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh mengevakuasi sekaligus melakukan pembinaan terhadap satu keluarga terlantar yang sebelumnya ditemukan tinggal di bawah Jembatan Pango, Kecamatan Ulee Kareng. Penanganan ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dikaitkan dengan upaya penanganan kemiskinan dan kerentanan sosial di tingkat kota.

Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, mengatakan keluarga tersebut diamankan oleh Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh sebelum diserahkan ke Dinsos untuk proses rehabilitasi sosial.

“Keluarga ini terdiri dari seorang pria berinisial H yang mengaku sebagai ayah tiri, seorang ibu berinisial CMU, serta dua anak. Saat ini mereka sudah kita tempatkan sementara di Rumah Singgah Lamjabat untuk penanganan awal,” kata Sukmawati, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga :  Sekda Aceh Semangati Dinas PPPA: Semakim Banyak Tantangan, Semakin Banyak Hal Yang Kita Pahami
Keluarga PMKS telah tiba di rumah singgah Dinsos. Foto: Dok. Istimewa

Di rumah singgah tersebut, Dinsos melakukan asesmen awal, pendataan, serta pembinaan sosial untuk memetakan kondisi sosial ekonomi keluarga, termasuk faktor yang menyebabkan mereka tidak memiliki tempat tinggal layak.

Sukmawati menegaskan, kasus ini menjadi gambaran nyata masih adanya kantong-kantong kerentanan sosial di perkotaan yang beririsan langsung dengan persoalan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Gelar Rapat Kerja Bahas Renstra 2025-2029

Menurutnya, penanganan keluarga terlantar tidak cukup hanya dengan evakuasi sementara, tetapi harus masuk dalam skema penanganan kemiskinan yang lebih terstruktur, termasuk pendampingan, pemulangan, hingga reintegrasi sosial.

“Kami juga berkoordinasi dengan keluarga mereka di Kabupaten Aceh Barat untuk proses pemulangan dan penanganan lanjutan. Tujuannya agar mereka tidak kembali ke kondisi yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kota terus memperkuat fungsi rumah singgah sebagai titik awal intervensi sosial bagi kelompok rentan, sebelum masuk ke program-program perlindungan sosial yang lebih permanen.

Baca Juga :  Disbudpar Aceh Sajikan Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam, Catat Tanggalnya!

Dinsos Banda Aceh juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam sistem deteksi dini masalah sosial. Warga diminta tidak abai jika menemukan kasus serupa di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan warga yang membutuhkan penanganan sosial, agar bisa segera kami tindak lanjuti,” kata Sukmawati.

Kasus keluarga di bawah Jembatan Pango ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan kemiskinan tidak hanya soal bantuan ekonomi, tetapi juga soal perlindungan sosial, pendampingan keluarga, dan akses terhadap layanan dasar yang berkelanjutan. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bertempat Hermes Place BPKA Gelar Kegiatan Finalisasi Penyusunan Analisis Jabatan, Analisis Beban Kerja dan Pohon Kinerja

Advetorial

Nelayan Nagan Raya Terima Bantuan Dari Kementrian Perikanan RI

Advetorial

DPMG Bekali Perempuan Gampong dengan Pelatihan Kepemimpinan dan Keterampilan Usaha

Advetorial

DPKA Aceh: Siap Membantu SKPD Menata dan Mengelola Arsip dengan Baik

Advetorial

Wali Kota Banda Aceh Ajak Lestarikan Lingkungan dengan Tanam Pohon Multi fungsi

Advetorial

Komitmen Lhokseumawe dalam Program Makanan Bergizi Gratis

Banda Aceh

Polda Aceh Bagikan Ratusan Kilogram Kurma Bantuan Kapolda untuk Masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar

Advetorial

Kasus COVID-19 di Indonesia Paling Terkendali di Asia