Home / Hukrim

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:23 WIB

Merasa Ditipu Ratusan Juta oleh Oknum Guru PPPK Paruh Waktu, Mantan Karyawan Pertamina Buat Laporan ke Polda

mm Redaksi

Korban dugaan penipuan dan penggelapan didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Sandri Amin, S.H., usai melaporkan kasus yang diduga melibatkan oknum Guru PPPK Paruh Waktu ke Polda Aceh, Kamis (11/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Korban dugaan penipuan dan penggelapan didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Sandri Amin, S.H., usai melaporkan kasus yang diduga melibatkan oknum Guru PPPK Paruh Waktu ke Polda Aceh, Kamis (11/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Mantan karyawan Pertamina melalui kuasa hukumnya resmi melaporkan seorang oknum Guru PPPK Paruh Waktu berinisial IM ke Polda Aceh atas dugaan tindak pidana penipuan penggelapan yang menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Laporan tersebut telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh dengan Nomor: LP/B/162/VI/2026/SPKT/POLDA ACEH, tanggal 10 Juni 2026.

Kuasa Hukum Korban, Muhammad Sandri Amin, S.H. yang didampingi Tommy Sahendra, S.H., menjelaskan bahwa perkara tersebut bermula pada sekitar bulan September 2025 ketika terlapor meminjam uang kepada korban serta menawarkan kerjasama bidang modal usaha UMKM untuk masyarakat yang membutuhkan dengam iming-iming setiap orang yang akan meminjam dengan sistem bagi hasil.

“Terlapor meyakinkan kepada korban bahwa setiap dana yang di pinjam kepada masyarakat untuk usaha akan menghasilkan keuntungan 20 persen. Jumlah itu di bagi dua antara Korban dan Terlapor,” katanya., Kamis (11/6/2026).

Baca Juga :  Kejati Aceh Telusuri Dugaan Korupsi pada Balai Guru Penggerak

Atas kepercayaan dan mengenal Terlapor, lanjut Sandri, Korban kemudian menyerahkan uang secara bertahap, jumlah bervariasi antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.

Menurut Korban, dalam menjalankan praktik tersebut Terlapor berulang kali meminjam uang kepada Korban mengatasnamakan orang lain sebagai calon penerima modal usaha. Setiap permintaan disertai penyebutan nama dan nomor telepon pihak yang di klaim sebagai peminjam.

“Dari hasil penelusuran dan konfirmasi yang dilakukan klien kami, fakta yang ditemukan justru berbeda. Orang-orang yang namanya digunakan oleh terlapor mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman modal usaha, bahkan ada yang menyebut Terlapor juga pernah meminjam kepada mereka yang disebutkan namanya,”ujarnya.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, terdapat lebih dari 50 nama yang digunakan oleh terlapor untuk memperoleh dana dari korban.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Ponorogo Cs, Bagaimana Aceh Singkil?

“Permintaan dana tersebut dilakukan secara berulang hampir setiap hari dengan menggunakan nama yang berbeda-beda. Uang itu di transfer melalui rekening dari rekening Korban ke rekening Terlapor.

Sebelum menempuh jalur hukum, korban telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi di lingkungan sekolah tempat terlapor bekerja di wilayah Krueng Raya. Namun upaya tersebut tidak menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.

“Dalam proses mediasi bersama guru yang dicatut namanya, Terlapor sampaikan dana yang diterimanya di gunakan untuk kepentingan pribadi. Alasan menggunakan nama-nama orang lain agar korban bisa menyerahkan uang tersebut,” katanya.

Dari pengakuan tersebut, lanjut Sandri semakin memperkuat dugaan adanya rangkaian tipu muslihat yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Rp.1,7 Miliar potensi kerugian negara berhasil diselamatkan Beacukai Langsa

Kuasa hukum korban menyatakan bahwa laporan tersebut diajukan atas dugaan tindak pidana penipuan/perbuatan curang dan penggelapan sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Kami berharap Polda Aceh dapat segera melakukan proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional sehingga perkara ini menjadi terang dan pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai ketentuan yang berlaku dan berharap tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban dengan modus serupa oleh oknum guru agama tersebut,” tegasnya.

Selain menempuh jalur pidana, pihak korban juga sedang mempertimbangkan langkah hukum perdata untuk menuntut pengembalian seluruh kerugian yang dialaminya.

“Kita juga akan melaporkan secara resmi kepada instansi tempat terlapor bekerja agar dilakukan pemeriksaan dan penegakan disiplin sesuai ketentuan yang berlaku,” Tutup Muhammad Sandri Amin dan Tommy Sahendra kuasa hukum Korban.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kejagung Periksa Empat Orang Saksi Terkait Perkara Komoditi Emas

Hukrim

Berupaya Kabur, Pengedar Narkoba di Aceh Tamiang Terpaksa Dilumpuhkan Polisi

Hukrim

Kejagung Periksa Dua Saksi Tipikor Permufakatan Jahat

Hukrim

Sigap Responsif, Satreskrim Nagan Raya Bekuk pelaku Curanmor

Hukrim

Cegah Korban Love Scamming, Petugas Imigrasi Cegah WNI pergi ke Pakistan

Hukrim

Polri Tangkap Buronan Thailand

Daerah

Jaksa Limpahkan Perkara TPPU Bandar Narkoba ke Pengadilan

Hukrim

Tukang Las Ditangkap Polisi Setelah Rampas HP Warga