Aceh Barat Daya – Lebih dari 1.000 relawan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kehilangan pendapatan selama tiga pekan akibat penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada masa libur sekolah.
Kondisi tersebut membuat banyak pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk membayar cicilan kendaraan.
Sistem pembayaran yang bergantung pada hari operasional SPPG menyebabkan para pekerja tidak menerima honor selama kegiatan dapur berhenti.
Akibatnya, setiap relawan memperkirakan kehilangan pendapatan lebih dari Rp2 juta selama masa libur sekolah.
Salah seorang pekerja di SPPG Susoh, Rakiah, mengaku mengalami kesulitan membayar angsuran kredit sepeda motor karena tidak adanya pemasukan selama tiga pekan terakhir.
“Kami kewalahan menutup angsuran kredit kendaraan roda dua karena kami tidak menerima honor selama libur sekolah,” kata Rakiah, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, penghasilan dari dapur MBG menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian besar relawan. Ketika operasional SPPG berhenti, pemasukan mereka ikut terhenti.
Rajudin, juru masak di salah satu SPPG di Kecamatan Blangpidie juga menyampaikan keluhan yang sama.
Ia berharap perusahaan pembiayaan atau leasing dapat memberikan pengertian kepada para pekerja yang mengalami kendala pembayaran cicilan pada bulan ini.
“Kami berharap perusahaan leasing mau memahaminya ketika kami tidak bisa menutup kredit di bulan ini,” ujar Rajudin.
Ia mengatakan banyak pekerja dapur MBG memiliki kewajiban membayar cicilan kendaraan yang digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Karena itu, hilangnya pendapatan selama masa libur sekolah menjadi beban tambahan bagi para relawan.
Para pekerja berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menghadirkan solusi agar keberlangsungan ekonomi para relawan tetap terjaga.
Mereka juga menginginkan adanya kebijakan yang mampu memberikan kepastian pendapatan ketika operasional SPPG berhenti sementara mengikuti jadwal libur sekolah.
Lebih dari 1.000 relawan dapur MBG tersebar di sejumlah SPPG di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Mereka bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi bagi para siswa dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Meski penghentian operasional selama libur sekolah mengikuti kalender pendidikan, para relawan berharap ada perhatian terhadap nasib para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas dapur MBG.
“Harapan kami ada solusi, sehingga kami tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan menjalankan kewajiban pembayaran cicilan,” kata salah seorang relawan.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar













