Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:50 WIB

Pemko Banda Aceh Dukung Deklarasi Nasional Pengembangan Startup Digital dan Techpreneur 2026

mm Redaksi

Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh Muhammad Zubir bersama para pemangku kepentingan ekosistem digital nasional mengikuti Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur dalam ajang Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh Muhammad Zubir bersama para pemangku kepentingan ekosistem digital nasional mengikuti Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur dalam ajang Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Jakarta – Pemerintah Kota Banda Aceh menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi digital nasional dengan mengikuti Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur yang berlangsung dalam kegiatan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital tersebut, Wali Kota Banda Aceh diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir.

Deklarasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri, akademisi, hingga komunitas digital sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem startup yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Selain Pemerintah Kota Banda Aceh, deklarasi tersebut juga diikuti oleh sejumlah kementerian, pemerintah daerah, perusahaan teknologi, lembaga keuangan, serta organisasi pendukung industri digital nasional.

Baca Juga :  33 Keuchik se-Banda Aceh Dilantik, Ketua DPRK Tekankan Inovasi di Tengah Turunnya Dana Gampong

Muhammad Zubir mengatakan deklarasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, khususnya di daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang dibangun mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, penguatan jejaring kemitraan, adopsi teknologi, hingga penyusunan regulasi yang mendukung pertumbuhan startup dan technopreneur.

“Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui pembangunan ekosistem startup lokal yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Zubir.

Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan kewirausahaan digital, pengembangan inovasi, serta fasilitasi pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Sekdako Jalaluddin Pimpin Kurve Massal Sambut Ramadhan

Menurutnya, pengembangan ekosistem digital di Banda Aceh dilakukan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan digital, literasi teknologi, hingga program inkubasi bisnis bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

“Pemko Banda Aceh telah mulai melaksanakan berbagai program peningkatan kompetensi digital, termasuk pelatihan, inkubasi bisnis, serta kegiatan inovatif seperti hackathon untuk mendorong lahirnya startup-startup baru,” katanya.

Di sisi infrastruktur, pemerintah kota juga terus memperluas akses internet dan menyediakan ruang kolaborasi kreatif atau coworking space guna mendukung tumbuhnya komunitas inovasi dan kewirausahaan digital.

Baca Juga :  Diskominfotik Banda Aceh Ikuti Rapat Persiapan City Expo APEKSI dan Talk Show Nasional

Zubir menilai penguatan ekosistem digital akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, mulai dari terciptanya lapangan kerja baru, meningkatnya daya saing pelaku usaha lokal, hingga efisiensi pelayanan publik berbasis teknologi.

“Harapannya, inovasi yang lahir dari Banda Aceh tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar internasional serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam DEAL 2026, Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan dukungannya terhadap percepatan transformasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Illiza Motivasi Skater Muda Banda Aceh: Belum Juara, Harus Kerja Keras Lagi

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Hadiri Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII di Medan, Perkuat Sinergi Antarkota

Pemko Banda Aceh

Illiza Dorong Kolaborasi Ekonomi Hijau: Dari Sampah Jadi Peluang Ekonomi

Pemko Banda Aceh

Pemko dan Polda Aceh Gotong Royong di Pasar, Dorong Gerakan Lingkungan Bersih Berkelanjutan

Parlementaria

Dewan Apresiasi Konsistensi Illiza atas Penegakan Syariat di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Matangkan Persiapan HUT ke-821, Rangkaian Acara Dimulai Saat Ramadhan

Ekbis

Sinergi Pemko dan BI Aceh, Banda Aceh Perketat Pengendalian Inflasi Pangan Jelang Ramadan 1447 H

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Meugang dan Idul Adha