Aceh Tenggara – Semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Bertempat di Desa Bunga Melur, Kecamatan Deleng Pokhkisen, personel TNI bersama warga bahu-membahu melaksanakan pengecoran lantai jembatan beton yang saat ini telah mencapai progres pembangunan sekitar 51 persen, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan pengecoran tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan beton yang nantinya diharapkan mampu memberikan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan mudah bagi masyarakat. Sejak pagi hari, personel TNI bersama warga telah berada di lokasi untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan pekerjaan dan memastikan proses pengecoran dapat berjalan dengan lancar.
Dengan penuh semangat kebersamaan, setiap personel dan warga mengambil peran sesuai tugas masing-masing. Sebagian bertanggung jawab menyiapkan dan mencampur material beton, sementara personel lainnya mengangkut material menuju titik pengecoran. Setelah adonan beton dituangkan, pekerjaan dilanjutkan dengan proses perataan dan pemadatan secara cermat agar menghasilkan lantai jembatan yang kokoh serta memiliki kualitas konstruksi yang baik.
Meskipun pekerjaan membutuhkan tenaga dan ketelitian, semangat gotong royong membuat seluruh proses dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Personel TNI dan masyarakat terlihat saling membantu untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan.
Danposramil Deleng Pokhkisen, Peltu Sabrizen Pelis, mengatakan bahwa pengecoran lantai merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan jembatan beton. Oleh karena itu, pekerjaan harus dilakukan secara teliti dengan tetap memperhatikan kualitas hasil serta keselamatan seluruh pihak yang terlibat.
«“Melalui semangat gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan penyelesaiannya dapat berlangsung lebih cepat. Kami berharap pembangunan jembatan ini segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ujar Peltu Sabrizen Pelis.»
Menurutnya, capaian progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 51 persen menjadi motivasi bagi personel TNI dan masyarakat untuk terus meningkatkan semangat dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan dukungan semua pihak, pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai tahapan hingga akhirnya dapat digunakan oleh masyarakat.
Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran personel TNI di wilayah binaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan teritorial, tetapi juga dengan terlibat secara langsung dalam kegiatan sosial dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga. Pembangunan infrastruktur seperti ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Selama proses pengecoran berlangsung, suasana kebersamaan terlihat begitu kuat. Tidak ada sekat antara personel TNI dan masyarakat. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan semangat kekeluargaan, saling membantu, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Ketika seluruh elemen masyarakat bersatu dan bekerja bersama, pekerjaan yang berat dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan cepat. Semangat inilah yang terus dibangun dalam proses pembangunan jembatan beton di Desa Bunga Melur.
Peltu Sabrizen Pelis menjelaskan bahwa keberadaan jembatan beton tersebut nantinya memiliki nilai strategis bagi masyarakat Desa Bunga Melur dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi akses penghubung yang lebih aman dan nyaman, terutama bagi warga yang selama ini membutuhkan jalur transportasi yang lebih baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Jembatan yang dibangun tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian dan perkebunan. Dengan akses yang semakin baik, masyarakat akan lebih mudah mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan dari lokasi produksi menuju tempat pengumpulan atau pusat pemasaran.
Kemudahan akses tersebut secara tidak langsung dapat membantu mengurangi waktu dan biaya transportasi yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat. Dengan demikian, hasil produksi masyarakat dapat didistribusikan secara lebih cepat dan efisien sehingga turut mendukung peningkatan pendapatan warga.
Selain sektor ekonomi, jembatan tersebut juga akan memberikan manfaat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat. Akses yang lebih mudah diharapkan dapat membantu anak-anak menuju sekolah, memudahkan warga memperoleh pelayanan kesehatan, serta memperlancar perjalanan menuju pusat pemerintahan maupun fasilitas umum lainnya.
«“Jembatan ini bukan hanya sekadar sarana penghubung, tetapi juga menjadi penunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga akan semakin lancar dan roda perekonomian desa dapat berkembang,” tambah Peltu Sabrizen Pelis.»
Ia juga berharap masyarakat nantinya dapat turut menjaga dan merawat jembatan setelah pembangunan selesai. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun dengan tenaga dan semangat bersama harus dipelihara secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pembangunan jembatan beton di Desa Bunga Melur juga menjadi gambaran nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah. Kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
Dengan progres pembangunan yang kini telah mencapai sekitar 51 persen, seluruh pihak yang terlibat diharapkan terus mempertahankan semangat dan kekompakan hingga seluruh tahapan pekerjaan selesai. Pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan terencana diharapkan mampu menghasilkan jembatan dengan kualitas yang baik, kokoh, serta aman untuk digunakan.
Melalui semangat gotong royong dan sinergi yang terus terjaga, pembangunan jembatan beton di Desa Bunga Melur diharapkan dapat diselesaikan sesuai target. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengembangkan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial.
Pembangunan ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian TNI bersama rakyat dalam mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Dengan tersedianya infrastruktur yang memadai, masyarakat Kecamatan Deleng Pokhkisen diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang semakin baik serta memperoleh peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.
Editor: Amiruddin. MK





















