Aceh Timur – Instruksi Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky untuk menggalakkan budaya gotong royong mulai ditindaklanjuti di tingkat kecamatan. Camat Julok, H. Muhammad, mengerahkan aparatur desa bersama masyarakat membersihkan lingkungan dan saluran drainase, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan gotong royong tidak hanya berlangsung di desa-desa, tetapi juga menyasar kompleks Kantor Pemerintah Kecamatan Julok. Sejumlah pegawai kecamatan yang dikoordinasikan Sekretaris Kecamatan Zamzami turut membersihkan saluran air di sekitar perkantoran.
Sebelum kegiatan dimulai, Muhammad memimpin apel gabungan untuk mengarahkan para pegawai mengenai sasaran pembersihan.
Ia mengatakan, kegiatan kali ini difokuskan pada parit dan drainase di sepanjang jalan depan Kantor Camat Julok hingga Kantor Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), kemudian berlanjut ke kawasan Kantor Koramil.
Menurut dia, pembersihan saluran air penting dilakukan untuk mencegah penyumbatan yang dapat menghambat aliran air dari hulu ke hilir, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Parit di sekeliling kantor harus kita bersihkan. Ini penting agar aliran air tidak terhambat dan genangan maupun banjir dapat dicegah,” kata Muhammad.
Selain memantau kegiatan di lingkungan kantor kecamatan, Muhammad juga turun langsung melihat pelaksanaan gotong royong di Gampong Buket Dindeng. Di desa itu, aparatur gampong bersama masyarakat membersihkan lingkungan dan saluran drainase.
Ia mengatakan, sasaran utama kegiatan tersebut adalah parit dan drainase yang mulai dipenuhi sampah serta material yang berpotensi menghambat aliran air.
Muhammad mengajak masyarakat tidak menunggu banjir datang untuk membersihkan lingkungan. Menurut dia, kesadaran menjaga kebersihan saluran air harus tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
“Jangan menunggu banjir baru membersihkan lingkungan. Mari kita bersihkan parit dan saluran air di sekitar rumah agar ketika hujan turun, air dapat mengalir dengan lancar,” ujarnya.
Ia berharap, gerakan gotong royong kembali menjadi budaya masyarakat sebagaimana diwariskan para leluhur, sekaligus memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan desa.















