Home / Daerah / Pemerintah

Selasa, 6 Mei 2025 - 16:38 WIB

Serahkan Sertifikat Merek, Meurah Budiman Ajak UMKM Aceh Lindungi Aset

mm Redaksi

Kakanwil Kemenkum Aceh Meurah Budiman (Tengah) saat menyerahkan sertifikat merek kepada pelaku usaha di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (6/5/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-kanwil Kemenkum Aceh).

Kakanwil Kemenkum Aceh Meurah Budiman (Tengah) saat menyerahkan sertifikat merek kepada pelaku usaha di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (6/5/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-kanwil Kemenkum Aceh).

Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman, menyerahkan sertifikat merek kepada pelaku usaha Aceh di Hotel Kyriad Muraya, Selasa (6/5).

Penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelindungan hukum bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Menurut Meurah, sertifikat merek bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk pengakuan hukum atas identitas dan reputasi usaha yang telah dibangun para pelaku UMKM.

“Kita ingin para pelaku usaha di Aceh sadar bahwa merek adalah aset berharga. Tanpa pelindungan hukum, merek bisa dengan mudah disalahgunakan pihak lain,” ujar Meurah.

Baca Juga :  Menpora Dito Tekankan Pentingnya Ketepatan Penggunaan Anggaran PON XXI/2024 Aceh-Sumut

Ia juga menyebut bahwa langkah ini adalah bagian dari dorongan konkret Kanwil Kemenkum Aceh dalam mempercepat pendaftaran kekayaan intelektual di daerah, khususnya di sektor usaha mikro.

“Kami aktif jemput bola, melakukan sosialisasi ke berbagai kabupaten/kota, agar pelaku usaha tak lagi melihat pendaftaran merek sebagai sesuatu yang rumit,” katanya.

Baca Juga :  Perjuangkan Pemekaran CDOB Aceh, Anggota DPRA Galang Pembentukan Pansus Penyusunan Qanun

Meurah menghimbau agar pelaku usaha lain yang belum mendaftarkan mereknya segera mengambil langkah serupa. Ia mengingatkan bahwa di tengah persaingan pasar yang kian ketat, kepemilikan merek terdaftar adalah fondasi bagi daya saing.

“Jangan tunggu sampai usaha berkembang besar baru berpikir soal pelindungan. Mulailah sejak dini,” tutur Meurah.

Penyerahan sertifikat ini disambut antusias oleh para pelaku usaha yang hadir. Beberapa di antaranya mengaku baru menyadari pentingnya pelindungan hukum atas merek setelah mengikuti program sosialisasi dan fasilitasi dari Kanwil Kemenkum Aceh.

Baca Juga :  Menteri Pertanian RI Gelar Rapat Koordinasi Perluasan Areal Tanam

Salah satu penerima sertifkat merek, Yulia Risnita, pemilik usaha Bread Boy, menyebut dirinya merasa lebih tenang setelah mereknya terdaftar resmi.

Meurah menegaskan, pelindungan kekayaan intelektual adalah pijakan awal menuju industrialisasi UMKM.

“Jika ingin naik kelas, UMKM Aceh harus mulai dari sini,” ucapnya.

Diketahui, Kakanwil Kemenkum Aceh Meurah Budiman menyerahkan sertifikat merek kepada 3 pemilik usaha Bread Boy, D’Pos Kupi, dan Bumi Kandung 36.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

264 WNI/PMIB tiba di tanah air ucapkan Terima kasih kepada Pemerintah

Daerah

Kapolresta Banda Aceh : Polri Siap Mengawal Pemilu Hingga Berjalan Sukses

Aceh Besar

Musrenbang Kecamatan Kuta Malaka Digelar, Aceh Besar Tegaskan Tidak Ada Program Siluman

Daerah

Ketua DPRK Irwansyah Apresiasi Kafilah MTQ dan Capaian IPM Tertinggi Nasional Kota Banda Aceh

Daerah

Calon Gubernur Aceh, Muhammad Nazar Dipeusijuk dan Sampaikan Khutbah Jum’at di Aceh Timur

Aceh Besar

Satpol PP Aceh Besar Kembali Serahkan Surat Teguran pada Pemilik Bangunan Liar di Darul Imarah

Aceh Barat

Pj Bupati Aceh Barat Canangkan Program Inovatif “GIZI Desa” Wujudkan Desa Bebas Korupsi

Aceh Barat

Bapedda Aceh Barat Gelar Rakor Inovasi Daerah 2024