Home / Ekbis / Nasional

Sabtu, 24 Mei 2025 - 09:03 WIB

Wamendagri dan Walikota Banda Aceh Kunjungi Landmark BSI Aceh dalam Rangka Semiloka “Road to Launching Banda Aceh Kota Parfum Indonesia

mm Redaksi

Wamendagri dan Walikota Banda Aceh Kunjungi Landmark BSI Aceh dalam Rangka Semiloka

Wamendagri dan Walikota Banda Aceh Kunjungi Landmark BSI Aceh dalam Rangka Semiloka "Road to Launching Banda Aceh Kota Parfum Indonesia. Foto: Dok. Humas BSI Aceh

Banda Aceh — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Ariya Sugiarto bersama Ibu Walikota Banda Aceh melakukan kunjungan ke Landmark Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh pada Kamis (23/5). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) “Road to Launching Banda Aceh Kota Parfum Indonesia”.  Jum’at (23/05/2025).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Dessy Ruhati dan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri, Walikota, Sekut Bekraf dan Rektor USK disambut hangat oleh Regional CEO BSI, Wachjono dan sejumlah Pejabat BSI lainnya. Landmark BSI Aceh dipilih sebagai lokasi strategis, disamping gedungnya sangat representatif dan juga karena peran sentralnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah dan kreativitas lokal di Aceh.

Baca Juga :  BNN RI Musnahkan Ladang Ganja di Aceh Selatan

Semiloka ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta komunitas kreatif dalam mempersiapkan peluncuran resmi Banda Aceh sebagai “Kota Parfum Indonesia”. Inisiatif ini digagas oleh Pemko Banda Aceh dan Universitas Syiah Kuala sebagai bentuk inovasi ekonomi kreatif yang memanfaatkan kekayaan alam Aceh, seperti nilam yang selama ini menjadi bahan baku utama industri parfum dunia.

Regional CEO BSI Aceh, Wachjono menyampaikan bahwa BSI akan terus menghadirkan inisiatif-inisiatif strategis, seperti pendampingan usaha, pembiayaan mikro, serta pelatihan digitalisasi kepada UMKM. “Kami percaya, sinergi BSI bersama kementerian dan Pemko Banda Aceh, USK dan pelaku lokal akan mempercepat kemajuan industri kreatif di Aceh dan sangat mendukung Program “Banda Aceh Kota Parfum Indonesia”, ujarnya.

Baca Juga :  Whistle-blower Dipenjara, Alumni Lemhannas: Polri Pasti Makin Dibenci Rakyat

Sementara itu, Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal mengatakan, inisiatif “Kota Parfum” merupakan representasi dari semangat Banda Aceh untuk mengolah warisan menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kita ingin menyatukan warisan aroma seperti nilam, serai wangi, cengkeh, hingga kopi dan kayu manis dengan teknologi, seni, dan kewirausahaan, untuk melahirkan produk unggulan lokal yang mampu bersaing secara nasional maupun internasional, ujar Walikota.

Kegiatan ini mendorong Pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan nasional telah membuka berbagai peluang pengembangan berbasis potensi lokal yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Salah satu subsektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah industri parfum berbasis sumber daya alam lokal, terutama dari tanaman atsiri yang tumbuh subur di Aceh. Kota Banda Aceh memiliki peluang strategis untuk menjadi Kota Parfum Indonesia.

Baca Juga :  Presiden Kumpulkan Menteri dan Kepala Daerah di IKN

Potensi ini dapat dioptimalkan melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah kota, perguruan tinggi, komunitas kreatif, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Universitas Syiah Kuala diharapkan dapat memperkuat basis riset, inovasi, dan hilirisasi produk berbasis atsiri serta memajukan ekosistem ekonomi kreatif yang berdampak luas.

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Regional CEO BSI Aceh Lakukan Kunjungan Silaturrahmi kepada Ketua MPU Aceh

Ekbis

BSI Aceh Raih Penghargaan dari Bank Indonesia atas Pengelolaan Uang Tunai Terbaik

Hukrim

Bakamla RI, Bais TNI dan Imigrasi Gelar Operasi Pengawasan Orang Asing

Ekbis

BSI Aceh Luncurkan Flyer Informasi Lokasi Layanan E – Channel Khusus untuk PON

Nasional

Menteri LHK Sampaikan Penghargaan Wana Lestari Tahun 2024 Kepada 50 Teladan

Daerah

Usulan Mendagri Ditingkatkan Presiden Prabowo Jadi Rp4 Miliar Bagi Daerah Terdampak Bencana

Nasional

Jelang Pilkada, Mendagri Imbau Pemda Jaga Stabilitas Inflasi

Aceh Barat Daya

Kuliner Baru di Blangpidie: Ungkoet Kareung Sambal Sunti, Ikan Pilih Sendiri Mulai Rp25 Ribu