Home / Internasional / Pemerintah / Peristiwa

Sabtu, 24 Mei 2025 - 14:53 WIB

KJRI Songkhla : 18 Nelayan Aceh dalam keadaan Sehat dan diperlakukan baik oleh Aparat Thailand

Farid Ismullah

Banda Aceh – Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal (KJ) RI Songkhla di Thailand, Suargana Pringganu mengatakan sejauh ini belum ditemukan kendala dilapangan dan 18 nelayan aceh tersebut dalam keadaan sehat, Sabtu

“Tidak ada kendala dalam proses pendampingan dan kami telah memberikan bantuan logistik kebutuhan dasar mereka. 18 nelayan dalam keadaan sehat dan diperlakukan baik oleh aparat Thailand,” Kata Konjen Suargana Pringganu dalam keterangan tertulis kepada Kantor Berita NOA.co.id, 24 Mei 2025.

Diketahui, Konsulat Jenderal (KJ) RI Songkhla di Thailand telah melakukan pendampingan kepada 18 nelayan tersebut di Phuket, (21/5).

Baca Juga :  Jumlah warga Indonesia yang berangkat kerja secara ilegal ke Kamboja, Myanmar, dan Laos meningkat signifikan

Konjen Suargana menyebutkan, Kapal Motor (KM) Jasa Cahaya Ikhlas, Kapten Umar Johan, 12 orang Asal Aceh Timur dan KM New Raver, Kapten Ridwan 6 orang Asal Aceh Utara Sudah dilakukan pemeriksaan oleh polisi setempat.

“Saat pemeriksaan, kami mendampingi untuk memastikan identitas mereka tercatat dengan benar dan hak hukum mereka terpenuhi dan Setelah pemeriksaan pada Kamis, 22 Mei, seluruh 18 nelayan menunggu pengadilan di Phuket dalam waktu dekat,” Kata Suargana.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Apresiasi Langkah Thailand Bantu RI Atasi TPPO

Sebelumnya, Sebanyak 18 nelayan Aceh Timur ditangkap di oleh Otoritas Maritim Thailand, Senin, 19 Mei 2025 pagi. Mereka diduga menangkap ikan secara ilegal di perbatasan wilayah Aceh dan negara tersebut.

“Kita menerima informasi jika ada dua kapal nelayan asal Aceh Timur hilang kontak. Belakangan diketahui sudah ditangkap dan dibawa ke Phuket, Thailand,” kata anggota DPD Republik Indonesia, Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga :  Hari Pertama Pasca Libur Idul Fitri, Pj Bupati Mahdi Sidak Beberapa Instansi

Usai menerima informasi tersebut, kata Haji Uma, pihaknya langsung berkomunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla di Thailand. Dan ternyata mereka membenarkan jika 18 nelayan asal Aceh tersebut sudah ditahan oleh Otoritas Maritim.

“Tim dari KJRI Songkhla telah bergerak ke lapangan memastikan kondisi para nelayan dan mempersiapkan upaya pendampingan hukum yang diperlukan. Tuduhan sementara terhadap mereka adalah memasuki wilayah perairan Thailand secara ilegal dan melakukan penangkapan ikan tanpa izin,” jelas Haji Uma.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah

SMK PPN Saree Rayakan HUT Ke-58, Ini Penyampaian Kadisdik Aceh

Advetorial

Meningkatkan Kedisiplinan ASN: Langkah Tegas Wali Kota Lhokseumawe untuk Pembangunan Kota yang Lebih Baik

Aceh Besar

Aceh Besar akan Gelar Seleksi Lanjutan dan TC Bagi Kafilah MTQ Ke-37 Tingkat Provinsi Aceh

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Kaban Kesbangpol Aceh Besar Minta Seluruh Perangkat Desa Jaga Netralitas

Aceh Barat

Tepis Pemberitaan Jurnalis Ramai – Ramai Surati Pj Lewat Kantor Pos, Mahdi Efendi: Ini Merupakan Buah Dari Miss Komunikasi

Aceh Besar

Wujudkan Kemajuan Pendidikan, Pemkab Aceh Besar Tekankan Sinergi Antar Organisasi 

Nasional

Diplomat Kemlu RI yang Meninggal Dunia sempat bantu Evakuasi WNI dari Iran

Peristiwa

Anak Kecil Jualan di Lampu Merah, Isa Alima Desak Pemerintah Bertindak