Home / Hukrim / Nasional

Selasa, 22 Juli 2025 - 11:00 WIB

Kejagung Tetapkan Delapan Tersangka Baru dalam Kasus Kredit Sritex

mm Redaksi

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan delapan tersangka baru pengusutan korupsi pemberian fasilitas kredit bank pemerintah kepada PT Sritex, Jakarta (22/7/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Puspenkum Kejagung RI).

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan delapan tersangka baru pengusutan korupsi pemberian fasilitas kredit bank pemerintah kepada PT Sritex, Jakarta (22/7/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta – Kejaksaan Agung menetapkan delapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan anak usahanya, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,08 triliun.

Penetapan tersangka dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) usai menemukan cukup alat bukti atas pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit oleh tiga bank daerah.

“Penetapan ini menunjukkan komitmen Kejaksaan dalam menindak praktik korupsi yang melibatkan kerja sama jahat antara korporasi dan lembaga keuangan,” Kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, Selasa 22 Juli 2025.

Baca Juga :  Januari-Maret 2023, Satresnarkoba Polres Bireuen Ungkap 37 Kasus Narkotika

Delapan tersangka terdiri atas pejabat internal Sritex dan sejumlah pejabat dari Bank DKI, Bank Jabar-Banten (BJB), dan Bank Jateng. Mereka diduga menyetujui dan mencairkan kredit tanpa verifikasi memadai, serta menggunakan dokumen dan laporan keuangan yang diragukan kebenarannya.

Salah satu tersangka adalah AMS, Direktur Keuangan Sritex periode 2006–2023, yang diduga menjadi aktor utama dalam pengajuan dan penyaluran kredit bermasalah. Selain itu, terdapat YR (eks Dirut Bank BJB), SP (eks Dirut Bank Jateng), BFW dan PS (eks pejabat tinggi Bank DKI), BR (SEVP Bisnis Bank BJB), PJ (Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng), serta SD (Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng).

Baca Juga :  Penyerahan 10 Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) Dalam Perkara Komoditas Timah

Penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 KUHP. Sebagian besar tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di berbagai rumah tahanan negara, sementara satu orang menjalani tahanan kota karena alasan kesehatan.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pembangunan Studio, Kejaksaan Tahan Direktur Umum LPP TVRI

Kasus ini mendapat sorotan luas karena melibatkan Sritex, salah satu produsen tekstil terbesar di Indonesia. Perkara ini turut menyoroti lemahnya pengawasan perbankan dan integritas dalam proses penyaluran kredit kepada korporasi besar. Perhitungan final nilai kerugian negara masih menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapolda Jabar: Ada 11 Orang Korban Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
Patroli Polairud

Hukrim

Patroli Polairud Sisir PPI Pusong Cegah Aksi Kriminal

Nasional

Lima Hal Yang Harus Diketahui Tentang Layanan Imigrasi Untuk Anak  

Nasional

Menkumham : Saya membutuhkan pikiran, nasihat dan saran dari para senior saya dalam membangun instansi ini

Nasional

Dirjen Dukcapil Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 di Lingkungan Kemendagri dan BNPP  

Nasional

Eksistensi Bajai di Jakarta: Kisah Sopir Bajai Yuster Menyusuri Jalanan di Era Transportasi Digital

Nasional

Pj Gubernur Aceh Hadiri Penyampaian Laporan LHP LKPP BPK RI Pemerintah Pusat di Jakarta

Aceh Timur

Polisi Selidiki Penyebab Terbakarnya Pintu Kantor Camat Darul Falah