Home / Daerah

Minggu, 27 Juli 2025 - 22:45 WIB

Yayasan Darah Untuk Aceh Soroti Isu Bullying dan Dampak Gadget Untuk Anak Lewat Aktivitas Seni

mm Redaksi

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan Darah Untuk Aceh  Adakan Melukis Bersama Anak dan Talkshow Parenting di Museum Tsunami, Banda Aceh (27/07/2025). Foto:Dok. Aininadhirah/Noa.co.id

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan Darah Untuk Aceh Adakan Melukis Bersama Anak dan Talkshow Parenting di Museum Tsunami, Banda Aceh (27/07/2025). Foto:Dok. Aininadhirah/Noa.co.id

Banda Aceh- Dalam momen peringatan Hari Anak Nasional, Yayasan Darah Untuk Aceh menghadirkan pendekatan yang berbeda seperti menggabungkan kegiatan seni anak dengan ruang edukasi bagi orang tua. Bertempat di Museum Tsunami Banda Aceh, puluhan anak mengikuti lomba mewarnai dan memamerkan karya lukis mereka. Di saat yang sama, para orang tua terlibat dalam sesi diskusi seputar isu krusial seperti bullying dan penggunaan gadget pada anak.

Pendiri yayasan, Nur Jannah Husin, menyampaikan bahwa perayaan Hari Anak seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum reflektif bagi orang dewasa dalam memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi anak-anak masa kini.

Baca Juga :  Tim SAR Pulau Banyak bersama Warga dan Personil Polsek Gagalkan Penyeludupan Penyu Hijau (Chelonia mydas)

“Lewat kegiatan ini, kami ingin anak-anak merasa dihargai atas kreativitas mereka, dan orang tua mendapatkan pemahaman baru tentang bagaimana mendampingi tumbuh kembang anak,” ujar Nur Jannah.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan seni seperti mewarnai dan melukis bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan bagian dari proses pembentukan kepercayaan diri dan ekspresi diri anak. “Setiap coretan adalah bentuk komunikasi mereka. Dari sana kita bisa mengenal mereka lebih dekat,” lanjutnya.

Selain kegiatan kreatif, edukasi parenting menjadi bagian penting dari acara ini. Nur Jannah menyoroti bahwa banyak orang tua belum sepenuhnya menyadari dampak buruk dari penggunaan gadget secara berlebihan, terutama jika tanpa kontrol dan pendampingan.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Barat Gelar Silaturahmi Bersama Pasangan Calon Bupati

“Gadget bukan pengganti kehadiran orang tua. Anak butuh interaksi nyata, bukan hanya layar,” katanya.

Ia juga mengajak orang tua lebih peka terhadap tanda-tanda bullying, baik dari sisi korban maupun pelaku. Menurutnya, keduanya adalah anak-anak yang butuh bimbingan, bukan sekadar hukuman.

“Kadang anak tidak sadar bahwa tindakannya menyakiti orang lain. Di sinilah pentingnya peran orang dewasa untuk hadir dan mengarahkan,” jelas Nur Jannah.

Salah satu orang tua, Cut Risma, mengaku kegiatan ini membuka wawasannya tentang pentingnya manajemen penggunaan gadget pada anak. Ia merasa lebih paham bagaimana membatasi waktu layar serta pentingnya memberi alternatif kegiatan yang lebih sehat.

Baca Juga :  Dua Kasus Korupsi di Pidie Tuntas, Perumda Tahap ke empat

“Kita sering lupa kalau kebanyakan main gadget bisa pengaruhi saraf dan fisik anak. Setelah ikut acara ini, saya mulai membatasi dan lebih banyak ajak anak untuk bermain aktif,” ungkapnya.

Yayasan Darah Untuk Aceh didirikan pada tahun 2012 dan awalnya fokus pada kegiatan donor darah untuk pasien thalasemia. Seiring waktu, perhatian mereka berkembang ke ranah isu anak karena menyadari bahwa kesehatan dan perlindungan anak merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi muda.

Editor: Amiruddin. MKReporter:

Share :

Baca Juga

Daerah

Bogor Antar Solidaritas untuk Tamiang

Aceh Barat Daya

Abdul Janan Jubir Mualem-Dek Fadh Kabupaten Aceh Barat Daya 

Daerah

Tiga Hari di Aceh Tamiang, Wali Kota Illiza Antar Bantuan Hingga Tembus Daerah Terisolasi

Daerah

KPA Aceh Singkil Siap Duduki Empat Pulau yang pindah ke Sumut

Daerah

Haji Uma Jadi Khatib Shalat Jumat di Langsa Kota, Ini Materi Khutbah di Hadapan Para Jamaah

Daerah

Dukung Program Kasad, Pangdam IM Wajibkan Prajurit Miliki Rumah Pribadi

Daerah

Kadis DPKA Salurkan Bantuan Pemerintah Aceh dan Selamatkan Arsip Pascabanjir di Langsa

Daerah

Plt Kadisdik Aceh Hadiri Rakor Percepatan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana