Home / Daerah / Peristiwa

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:29 WIB

BMKG: Curah Hujan Di Provinsi Aceh Sepanjang Desember 2025 Masih Tinggi

Farid Ismullah

Siklon Tropis Senyar (Foto : Dok.BMKG)

Siklon Tropis Senyar (Foto : Dok.BMKG)

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan di Provinsi Aceh masih tinggi pada Desember 2025.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan curah hujan yang masih tinggi di Provinsi Aceh menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi pascabanjir. Terlebih, saat ini tengah dilakukan pemulihan sistem kelistrikan sehingga harus dilakukan secara bertahap dan hati-hati.

“Pada Desember 2025 curah hujan di Provinsi Aceh, terutama di wilayah Tamiang, diperkirakan masih berada pada kisaran 300–400 mm per bulan,” kata Guswanto dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Ikuti Rakor Pengendalian Harga Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah

Berdasarkan data BMKG, secara umum kondisi curah hujan di Provinsi Aceh pada Desember 2025 diperkirakan masih berada pada kategori hujan intens.

Peta prakiraan menunjukkan sebagian besar wilayah Sumatra bagian utara, termasuk Provinsi Aceh, masih didominasi oleh curah hujan yang relatif tinggi.

Kondisi tersebut menandakan bahwa aktivitas hujan masih berlangsung secara konsisten sepanjang Desember 2025, seiring dengan puncak musim hujan di wilayah barat Indonesia.

Baca Juga :  Kadis Pertanian Aceh Besar Panen Semangka Bersama Kelompok Tani di Montasik

Oleh karena itu, Guswanto menekankan pentingnya kewaspadaan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Guswanto menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang panjang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi susulan, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.

“Risiko ini terutama perlu diwaspadai di wilayah dataran rendah, daerah aliran sungai, serta kawasan perbukitan,” katanya. Dia menambahkan hujan yang terus terjadi setelah banjir menimbulkan tantangan tersendiri dalam percepatan pemulihan infrastruktur, khususnya jaringan listrik.

Baca Juga :  Jadi Tuan Rumah Pra Pora 2025, Tim Dayung Putri Berhasil Raih Finis Pertama

Tanah yang masih jenuh air, akses jalan yang belum sepenuhnya pulih, serta kondisi cuaca yang tidak stabil dapat memperlambat mobilisasi petugas dan peralatan ke lokasi terdampak.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada proses perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir. Curah hujan tinggi mengakibatkan pemulihan infrastruktur, terutama sistem kelistrikan, menjadi terhambat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Bupati Simeulue Sampaikan LKPJ Tahun 2023

Daerah

Sekda Aceh: Banjir dan Longsor Kali Ini yang Terparah, 75 Ribu Rumah Rusak dan Akses Terputus

Daerah

Pendataan Rumah Terdampak Banjir di Aceh Singkil Bermasalah

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Ucapkan Selamat HUT ke-74 Dinas Penerangan Angkatan Darat

Daerah

Ketua IMM Pidie Kecam Pelaku Pembakaran Balai Pengajian Desa Sangso Samalanga

Daerah

RAPI Aceh Barat Turunkan Relawan untuk Kawal Pemilu 2024

Daerah

Buka Pelatihan Gampong.id, Pj Sekda Simeulue Harap Operator Jadi Pionir Kembangkan Desa

Daerah

Alumni Percayakan Bukhari MY Pimpin IKA Akper/D3 Keperawatan STIKes Jabal Ghafur