Aceh Singkil – Sebanyak 33 santri di Kabupaten Aceh Singkil diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para santri tersebut harus menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Aceh Singkil, Rabu Malam (12/2/2026).
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Akmal mengatakan distribusi makanan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Wadah makanan (ompreng) kemudian dijemput kembali pada pukul 12.00 WIB.
Menurutnya, informasi adanya laporan santri yang muntah-muntah baru diterima sekitar pukul 17.00 WIB dari pihak guru pesantren.
“Guru menyampaikan santri baru makan setelah salat zuhur sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu makanan sudah dipindahkan dari ompreng karena wadahnya sudah kami jemput pukul 12.00 WIB,” kata Akmal, Kamis, 12 Februari 2026 kepada wartawan.
Peristiwa ini sempat menghebohkan masyarakat sekitar dan Video para santri yang mengalami muntah dan pusing beredar luas di media sosial.
Informasi yang dihimpun, para santri mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan sakit perut. Mereka diduga keracunan makanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.
Mereka yang dirawat merupakan siswa dari Pondok Pesantren Modern Darul Mustafa, Desa Bukit Harapan, serta siswa TK Bunga Al-Qur’an, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.
Diketahui, Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari mi goreng, ayam suwir, nugget tempe, sawi rebus, dan semangka. Akmal menyebutkan makanan mulai dimasak pukul 00.30 WIB dan selesai sekitar pukul 06.00 WIB.
SPPG Nasabe Sajan Yatim melayani 1.506 porsi makanan, termasuk 53 porsi untuk santri Pesantren Darul Mustafa yang tercatat sebagai siswa SMP IT Al-Aqof.
Akmal juga mengakui sebelumnya ada laporan dari guru sekolah lain yang menyebut makanan berbau basi.
“Sekitar pukul 10.00 WIB lebih, ada guru yang memberi tahu makanan berbau basi. Kami langsung menginstruksikan agar makanan itu tidak dimakan,” ujarnya.
Operasional SPPG Nasabe Sajan Yatim Dihentikan Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Muhammad Raja Maringin, mengatakan pihaknya telah meninjau dapur SPPG Nasabe Yatim.
“Kami masih mendalami alur pengolahan hingga pengemasan makanan. Untuk sementara, operasional SPPG dihentikan mulai hari ini,” katanya.
Ia menambahkan, sampel makanan dan muntahan korban sudah diambil untuk diperiksa di laboratorium BPOM.
“Kita tunggu hasil uji laboratoriumnya,” ujarnya.
Editor: Amiruddin. MK











