Home / Nasional

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:21 WIB

BGN Dorong SPPG Aktif di Media Sosial untuk Tangkal Disinformasi

mm Redaksi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya. Foto: Dokumen BGN

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya. Foto: Dokumen BGN

Jakarta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menegaskan pentingnya disiplin kerja dan transparansi informasi dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional saat memimpin rapat bersama seluruh Kepala Regional, Koordinator Wilayah, Kepala SPPG, serta para mitra program.

Dalam pertemuan tersebut, Sony menyoroti dua hal utama yang dinilai krusial untuk memastikan program berjalan optimal, yakni kedisiplinan kehadiran serta keterbukaan informasi kepada publik.

Ia menjelaskan bahwa saat ini absensi Kepala SPPG telah terintegrasi dalam sistem digital yang dapat dipantau secara langsung. Dengan sistem tersebut, kehadiran tidak lagi sekadar formalitas, melainkan menjadi bagian dari pengawasan kinerja yang terukur.

Baca Juga :  Penahanan Ijajah Oleh Perusahaan, Berpotensi mencederai hak asasi manusia

“Sekarang absensi Kepala SPPG sudah terintegrasi dalam sistem dan bisa dimonitor. Artinya, kehadiran bukan lagi formalitas. Semua tercatat, semua terpantau. Dan tentu, akan ada sanksi bagi yang tidak memenuhi aturan. Disiplin adalah fondasi program sebesar MBG,” ujar Sony.

Selain menyoroti kedisiplinan, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial oleh setiap SPPG sebagai sarana komunikasi resmi kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap program yang dijalankan pemerintah.

Baca Juga :  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Syariah Indonesia Tbk Putuskan Pembagian Deviden 25%

Setiap SPPG, kata dia, diharapkan aktif mengelola akun resmi dengan memperbarui informasi terkait kegiatan, proses kerja, hingga berbagai aktivitas program secara terbuka. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terjebak dalam disinformasi.

“Setiap SPPG harus aktif menggunakan akun resminya sebagai sarana informasi kepada masyarakat. Transparansi itu penting. Update kegiatan, proses, dan aktivitas secara terbuka agar publik tahu dan tidak terjebak disinformasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Program MBG Bantu Gizi Siswa dan Ringankan Beban Ekonomi Keluarga di Aceh

Sony menegaskan bahwa di era digital saat ini, kerja nyata harus berjalan seiring dengan komunikasi yang terbuka.

Ia menilai disiplin tim dan keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab dalam menjalankan program nasional yang menyasar masyarakat luas.

“Di era digital, kerja nyata harus dibarengi komunikasi yang terbuka. Disiplin dijaga, informasi dibuka. Karena program serius butuh tim yang serius, dan transparansi adalah bagian dari tanggung jawab,” pungkasnya. []

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Menko Polhukam Ungkap Empat Tantangan Penyelenggaraan Birokrasi di Pemerintahan

Nasional

Dokter Nucky dan Dokter Ineke Jadi Pasangan Suami Istri Pertama yang Lulus Bersamaan di Universitas Borobudur

Nasional

Presiden Tegaskan MBG Bukan Sekadar Program Sosial, Tapi Investasi Ekonomi Jangka Panjang

Nasional

Kalemdiklat: Polri Akan Berikan Pelayanan Terbaik dan Kepedulian untuk Disabilitas

Nasional

Prabowo Instruksikan Nusron Cek Konsesi HGB dan HGU yang Habis: Kembalikan ke Negara

Nasional

Tutup Rakernis, Kapolri Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Sejak Awal untuk Raih Kepercayaan Publik

Nasional

SPS Aceh Apresiasi Keberhasilan PWI Kalsel Gelar HPN 2025

Nasional

Menko Polkam Dorong Evaluasi UU Pemerintahan Aceh, Tegaskan Prioritas Perdamaian dan Kesejahteraan