Home / Daerah / Opini / Peristiwa

Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:48 WIB

Aceh Singkil Satu Juta Lubang, Satu Juta Dosa

mm Redaksi

Jalan berlubang di Aceh Singkil. (Foto : Dok. Rahman).

Jalan berlubang di Aceh Singkil. (Foto : Dok. Rahman).

Oleh: Rahman S.H – Aktivis Aceh Singkil

Aceh Singkil, menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, seharusnya kita merdeka dari segala bentuk penderitaan: kemiskinan, ketidakadilan, dan kerusakan lingkungan. Namun di tanah ini, rakyat justru masih menjadi tawanan bukan oleh penjajah asing, tetapi oleh kebijakan yang salah arah.

Jalan-jalan di Aceh Singkil dipenuhi lubang, bukan hanya satu atau dua, tetapi begitu banyak hingga masyarakat menjulukinya “Satu Juta Lubang”.

Setiap hari, pengendara motor dan mobil harus berjibaku menghindari jebakan di jalan. Bukan hanya mengancam keselamatan, lubang-lubang ini menjadi simbol nyata kegagalan pemerintah memprioritaskan kebutuhan rakyat.

Baca Juga :  Dirjen Perhubungan Udara : Masih Proses Evaluasi Dengan Kriteria Rute Perintis  

Yang lebih memilukan, Desa Buluara menurut informasi dari masyarakat setempat adalah tanah kelahiran Bupati Aceh Singkil sendiri, sejak kemerdekaan RI hingga hari ini belum pernah tersentuh aspal. Jalan menuju desa ini tetap berlumpur di musim hujan beserta genangan air dan berdebu di musim kemarau. Generasi demi generasi di sana hidup dengan harapan yang terus diulur, sementara pusat kekuasaan justru berada tak jauh dari sana.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Lepas Purna Tugas Camat Baitussalam

Ironisnya, di tengah penderitaan itu, pemerintah daerah justru menggelontorkan Rp 2,2 miliar untuk membeli mobil dinas baru dan Rp 90 juta untuk iPad. Anggaran yang bisa menambal jalan, mengaspal desa, dan memperlancar akses warga malah digunakan untuk memanjakan kenyamanan pejabat.

Kita merdeka dari penjajah sejak 1945, tapi belum merdeka dari mentalitas feodal dan pemborosan anggaran. Setiap lubang di jalan adalah luka yang menganga, dan setiap pengadaan mewah adalah garam yang ditaburkan di atasnya.

Baca Juga :  Usai Daftar Bacaleg ke KIP Pidie, Ketua Golkar Klarifikasi Sempat Tertundanya Pendaftaran

Kemerdekaan seharusnya berarti bebas dari jalan rusak, bebas dari polusi, bebas dari kebijakan yang mengorbankan kepentingan rakyat demi gengsi pejabat. Jika pemerintah tak segera membenahi prioritasnya, maka perayaan kemerdekaan di Aceh Singkil hanyalah pesta di atas penderitaan.

Di Hari Kemerdekaan ini, Rahman ingin mengingatkan:

*Merdeka bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tapi memastikan rakyat berjalan di jalan yang aman, bukan di jalan penuh lubang dan penuh dosa kebijakan.*

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Diserahkan Kakanwil, Tiga Madrasah Aceh Barat Raih Juara Madrasah Digital

Daerah

Kajati Aceh, Bambang Bachtiar Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Pemberantasan Korupsi

Daerah

Pangdam IM Terima Audiensi dari KIP Aceh

Daerah

Kedepankan Komunikasi dan Kemitraan yang Erat dengan Media Massa, PT Solusi Bangun Andalas Raih Dua Penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers Indonesia

Internasional

WNI Jadi Korban Razia Imigrasi AS, Berikut Penjelasan Kemlu RI

Daerah

Serahkan Kursi Roda, Ini Pesan Anggota DPRA

Daerah

Realisasikan Program Hibah BIMA Kemendiktisaintek, Dosen UNADA Dampingi PKK Gampong Krueng Dhou Produksi Herbal Bernilai Ekonomis

Internasional

Bersama otoritas setempat, KBRI Abu Dhabi Upayakan pencarian ABK WNI hilang di Selat Hormuz