Home / Hukrim

Selasa, 7 April 2026 - 18:46 WIB

IRT di Banda Aceh Dituntut 8,6 Tahun Penjara Kasus Sabu, Simpan 31 Paket Narkoba

mm Redaksi

Sidang kasus narkotika dengan terdakwa seorang ibu rumah tangga di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sidang kasus narkotika dengan terdakwa seorang ibu rumah tangga di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (30/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Banda Aceh dituntut pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu.

Terdakwa berinisial A (40) dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 40 hari.

Baca Juga :  Pencegahan korupsi, Jaksa Agung Terima Kunjungan Kepala BPOM RI

Kasus ini bermula dari penangkapan terdakwa oleh personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh pada 24 November 2025 di ruang tunggu RSUD dr. Zainoel Abidin.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 31 paket kecil sabu dengan berat total sekitar 5,36 gram yang disimpan dalam dompet di dalam tas milik terdakwa. Selain itu, turut diamankan timbangan digital dan sejumlah barang lainnya.

Baca Juga :  Lakukan Penipuan dengan Modus Lelang Iphone, Seorang Pemuda Diamankan Petugas

Hasil uji laboratorium menunjukkan barang bukti tersebut positif mengandung methamphetamine yang termasuk dalam narkotika golongan I.

Dalam tuntutannya, jaksa menyebutkan bahwa terdakwa terbukti melanggar dakwaan subsidair, sementara dakwaan primair tidak terbukti.

Adapun hal yang memberatkan, terdakwa diketahui merupakan residivis dalam kasus serupa dan dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Baca Juga :  Polda Aceh: AKBP Jatmiko Masih dalam Pemeriksaan Divpropam Polri

Sementara hal yang meringankan, terdakwa bersikap kooperatif selama persidangan, mengakui perbuatannya, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Jaksa juga meminta majelis hakim agar menetapkan barang bukti untuk dimusnahkan serta terdakwa tetap ditahan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius di Banda Aceh dan perlu peran aktif semua pihak dalam upaya pemberantasannya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Polres Pidie Amankan SA Diduga Pelaku Pembakaran Rumah Isterinya

Hukrim

Curi Laptop dan Jam Tangan, Pemuda Asal Gayo Lues Dibekuk Polisi

Hukrim

Polda Aceh Tahan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara

Hukrim

Jampidsus Periksa Lima Saksi Terkait Perkara Suap/Gratifikasi PN Jakarta Pusat

Aceh Selatan

PWI Aceh Selatan Kecam Ancaman terhadap Wartawan di Aceh Utara, Desak Polisi Bertindak Tegas

Hukrim

Kantor Ditjen Minerba Kementerian ESDM di Geledah KPK

Hukrim

Korupsi Dana Desa, Polres Aceh Selatan Limpahkan Dua Tersangka ke Kejari

Aceh Barat Daya

Pekerja Gedung KDMP di Abdya Diamuk Warga, Diduga Terlibat Pencurian Emas dan Handphone