Aceh Barat Daya – Angga Putra Ariyanto mendesak Dinas Pendidikan Aceh mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Daya dari jabatannya.
Angga menyampaikan desakan itu setelah muncul sejumlah polemik internal selama Irma Suryani memimpin Cabdin Abdya.
Polemik tersebut mulai dari mosi tidak percaya okeh sejumlah kepala sekolah hingga terbitnya Surat Keputusan (SK) penetapan pemenang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) sebelum perlombaan berlangsung.
Angga menilai berbagai persoalan itu telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat dan dunia pendidikan di Abdya.
Ia juga mempertanyakan keputusan penetapan pemenang FLS3N sebelum lomba digelar.
“Kami melihat persoalan ini mencederai semangat transparansi dan profesionalisme dalam dunia pendidikan di Abdya,” kata Angga, Kamis (7/5/2026).
Ia menyayangkan langkah Plt Kacabdin Abdya yang menetapkan pemenang FLS3N sebelum peserta mengikuti perlombaan.
Menurutnya, keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
“Ini aneh. Lomba belum terlaksana tetapi pemenang sudah ada. Masyarakat tentu bertanya, dasar penilaiannya dari mana jika perlombaan belum terlaksanakan,” ujarnya.
Angga menegaskan pejabat pendidikan harus mengedepankan keterbukaan serta menjaga integritas dalam setiap kegiatan pendidikan, termasuk pelaksanaan perlombaan siswa.
Ia mengatakan polemik di lingkungan Cabdin Pendidikan Abdya bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, sejumlah guru dan kepala sekolah juga sempat melayangkan mosi tidak percaya terhadap Plt Cabdin Abdya.
“Atas berbagai persoalan ini, kami meminta Kepala Dinas Pendidikan Aceh selaku pimpinan tertinggi agar segera mencopot Plt Kacabdin Abdya dari jabatannya. Langkah itu penting supaya persoalan serupa tidak kembali terulang,” kata Angga.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar











