Home / Pemerintah Aceh

Sabtu, 29 November 2025 - 22:23 WIB

Mualem Terima Bantuan PLN, Pemulihan Listrik Daerah Terisolasi Dipercepat

mm Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima bantuan sembako dari PLN di kantor PLN UP2D Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) dini hari. Mualem juga mengecek soal kelistrikan Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima bantuan sembako dari PLN di kantor PLN UP2D Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) dini hari. Mualem juga mengecek soal kelistrikan Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan paket sembako dari PT PLN (Persero) untuk warga terdampak banjir di Aceh, Sabtu (29/11/2025) dini hari. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh, Merduati, Banda Aceh.

Mualem mengatakan akan menyalurkan bantuan tersebut ke titik-titik yang sangat membutuhkan bantuan logistik.

“Daerah-daerah yang terdampak banjir seperti Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen sudah kita antar bantuan semalam. Yang ini kita fokuskan ke Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur,” kata Mualem.

Usai penyerahan bantuan, Mualem langsung mengecek kesiapan PLN dalam memulihkan suplai listrik yang terputus akibat banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Chaidir, SE, MM Dilantik Jadi Sekretaris Dinas Sosial Aceh

Menurut dia, sejumlah wilayah hingga kini belum dapat diakses karena terputusnya jaringan komunikasi dan ruas jalan nasional. Kondisi itu menyulitkan pendataan dan distribusi logistik bagi masyarakat yang masih terisolasi.

“Kami akan gunakan kapal untuk mengantar logistik. Data kita belum lengkap karena komunikasi terputus, sementara informasi melalui radio menyebutkan banyak korban termasuk desa-desa di Aceh Utara yang hilang dan belum diketahui statusnya,” ucapnya.

Mualem berharap bantuan percepatan pemulihan listrik dari PLN Aceh maupun pusat segera berdampak di lapangan. Ia menyebut sejumlah peralatan telah tiba melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).

Baca Juga :  Kampanye Sadar Arsip, Cara DPKA Bangun Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Arsip

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan setidaknya 12 tower transmisi roboh akibat banjir bandang dan longsor di beberapa titik.

“Di Juli ada lima tower kami yang tumbang. Kemarin di Takengon juga bertambah, dan ada di Langsa. Total saat ini 12 tower tumbang,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan armada pesawat Hercules serta helikopter untuk mendistribusikan peralatan ke wilayah terputus. Tim teknis juga didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Pj Ketua TP PKK Safriati: Disiplin dan Jangan Berhenti Berbuat Baik

“Besok, insyaallah, bersama Pak Gubernur dan Direktur Utama, kami akan mencoba masuk ke Juli yang masih terisolasi. Empat helikopter dari Halim diperkirakan tiba di Bandara SIM pukul 15.00–16.00 WIB,” kata Eddi.

PLN juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk membuka akses jalan menuju titik kerusakan berat, terutama di Aceh Tengah yang hingga kini tidak bisa ditembus.

“Material sudah siap, tapi kesulitan terbesar kami adalah mobilisasi karena jalan belum bisa dilewati dan kapasitas genset terbatas. Karena itu kami fokus memperbaiki lima tower di Juli agar sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih,” tuturnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Gubernur Aceh Beri Arahan pada Haflah Takhrij Angkatan XXVI MA Dayah RIAB

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh M. Nasir Tegaskan Media Siber sebagai Mitra Strategis Pemerintah

News

Ketua TP PKK Aceh Berziarah ke Makam Ayah di Momen Idulfitri

Aceh Besar

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

News

Pemerintah Aceh Paparkan Capaian Strategis Lewat LKPJ 2024

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pemerintah Aceh

BPBJ Setda Aceh Gelar Sosialisasi Pencatatan Non Tender pada Aplikasi SPSE

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh: FKPA Harus jadi Wadah Aktualisasi dan Pemberdayaan Perempuan