Aceh Barat Daya – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan rangkaian kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui event Toet Leumang membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Puluhan pedagang yang ikut meramaikan kegiatan tersebut mendapatkan perhatian langsung dari Bupati Abdya, Safaruddin, dalam bentuk subsidi tunai.
Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Abdya, Rita Fadihla, mengungkapkan bahwa setiap pedagang yang berjualan di lokasi kegiatan memperoleh bantuan uang tunai sebesar rata-rata Rp500 ribu.
Bantuan tersebut bersumber langsung dari kantong pribadi bupati sebagai bentuk dukungan terhadap geliat ekonomi masyarakat kecil.
“Setiap pedagang yang menjajakan makanan di lokasi Toet Leumang mendapatkan subsidi langsung. Dana itu berasal dari pribadi Bupati Safaruddin, dan kami dari dinas hanya membantu menyalurkan kepada para pelaku UMKM,” ujar Rita, Senin (27/4/2026).
Event Toet Leumang sendiri menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam rangkaian HUT Abdya tahun ini.
Ribuan pengunjung memadati lokasi acara untuk menyaksikan proses memasak Leumang secara massal yang memecahkan rekor MURI di bidang lemang terbanyak dan penyajian tape terbanyak.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar turut memberikan dampak positif bagi para pedagang yang membuka lapak di sekitar lokasi.
Rita menjelaskan bahwa langkah yang diambil oleh Bupati Safaruddin tersebut bertujuan untuk memastikan para pelaku UMKM tetap memperoleh keuntungan, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyukseskan acara daerah.
“Pak Bupati ingin memastikan bahwa pedagang tidak hanya meramaikan acara, tetapi juga merasakan manfaat ekonomi secara langsung. Dengan adanya subsidi ini, mereka bisa menutup biaya produksi bahkan mendapatkan tambahan keuntungan,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian lokal.
UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terjadi belakangan ini.
Sejumlah pedagang mengaku sangat terbantu dengan adanya subsidi tersebut.
Mereka menilai bantuan tersebut mampu meringankan beban modal untuk berjualan selama acara berlangsung.
Salah seorang pedagang makanan, Risna, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian Bupati Safaruddin.
Ia mengatakan bahwa biaya bahan baku dan operasional yang cukup tinggi kerap menjadi kendala bagi pelaku UMKM dalam mengikuti event besar.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Biasanya kalau ikut acara besar seperti ini, kami harus keluar modal lebih. Tapi dengan adanya bantuan ini, kami bisa lebih tenang dan tetap mendapatkan keuntungan,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Iwan, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan pada event-event mendatang.
Mereka menilai bahwa dukungan langsung dari kepala daerah memberikan semangat tersendiri bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkembang.
Di sisi lain, Rita menambahkan bahwa pihaknya memastikan proses penyaluran subsidi berjalan transparan dan tepat sasaran.
Data pedagang yang berhak menerima bantuan telah didata sebelumnya untuk menghindari kesalahan distribusi.
“Kami melakukan pendataan terlebih dahulu, kemudian bantuan menyalurkan langsung kepada pedagang. Semua berjalan dengan tertib dan sesuai dengan arahan,” katanya.
Kegiatan Toet Leumang tidak hanya menjadi ajang pemecahan rekor, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Kehadiran UMKM dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor ekonomi kerakyatan mampu tumbuh dan berkembang jika mendapatkan dukungan yang tepat.
Langkah Bupati Safaruddin yang memberikan subsidi dari dana pribadi juga menuai apresiasi dari berbagai kalangan.
Kebijakan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat serta responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha kecil.
Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai budaya lokal melalui pelestarian kuliner khas seperti leumang.
Kombinasi antara budaya dan ekonomi menjadikan event ini tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi masyarakat Abdya.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.
Dengan begitu, setiap kegiatan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Dinas Perindagkop dan UMKM Abdya berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan.
Dukungan dari pemerintah daerah, termasuk kebijakan seperti subsidi langsung, mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Event Toet Leumang menjadi contoh bagaimana sebuah kegiatan daerah dapat memberikan efek berantai bagi ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari kepala daerah, UMKM di Abdya memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar












